Selamat datang di website Harian Umum Haksuara - silahkan membaca berita - semoga bermanfaat - terima kasih - salam Dr. Ocihida (Pimpinan HakSuara)
gl_a.gif

LOGIN WARTAWAN

Belum memiliki akun? Daftar

PESAN SINGKAT

Statistik

mod_vvisit_counterHari ini42
mod_vvisit_counterKemarin32
mod_vvisit_counterMinggu ini101
mod_vvisit_counterBulan ini235
mod_vvisit_counterTotal38771

Pengunjung

Archive

Home
Kasir Bank Mutiara Solo Hilang PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Rifaldy   
Saturday, 27 February 2010
Solo, Hak Suara

Pengacara keluarga Sri Baruno melaporkan Poltabes Surakarta ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) karena dinilai diskriminatif dalam menangani kasus hilangnya Sri Baruno.Pengacara keluarga menilai, polisi tidak bertindak adil dalam memperlakukan masing-masing pihak yang terkait kasus hilangnya Baruno.

"Aduan secara online sudah kita lakukan. Sedangkan surat aduan secara fisik akan kami kirimkan melalui pos," ujar pengacara keluarga Baruno, Badruzzaman, kepada wartawan di Solo, Sabtu (27/2/2010).

Sikap diskriminatif polisi yang dicontohkan Badruz di antaranya adalah upaya keluarga pada Selasa (23/2) lalu untuk melaporkan hilangnya Sri Baruno ke Poltabes ditolak tanpa ada alasan yang jelas. Saat itu keluarga akan melakukan laporan orang hilang atas diri Baruno yang tidak pulang sejak Jumat (19/2).

Namun di saat yang sama Poltabes Surakarta memproses pengaduan yang dilakukan oleh Bank Mutiara Cabang Solo terhadap Baruno yang diadukan menggelapkan uang senilai Rp 1,3 miliar. Bahkan istri Baruno, Ina Muntofiah telah diperiksa sebagai saksi atas pengaduan dari Bank Mutiara itu.

"Tindakan Poltabes Surakarta tersebut jelas-jelas diskriminatif dan tidak adil. Apalagi sebenarnya pengaduan dari Bank Mutiara tersebut terlalu prematur, karena belum ada indikasi Pak Baruno melarikan diri membawa uang
perusahaan tempat dia bekerja," papar Badruz.

Saat dimintai tanggapan tentang langkah pengacara keluarga tersebut, Kapoltabes Surakarta, Kombes (Pol) Joko Irwanto mempersilakan. Dia memang membenarkan keluarga Baruno datang ke Mapoltabes untuk melaporkan hilangnya Baruno.

"Tapi tidak benar kalau disebut kami menolak laporan itu. Kami sudah mengarahkan agar keluarga membuat laporan ke SPK (sentra pelayanan kepolisian), tapi justru mereka pulang sebelum membuat laporan," kata Joko.b.(hs_all)
Terakhir Diperbaharui ( Saturday, 06 March 2010 )
 
< Sebelumnya
44.jpg
22.jpg

Berapa Yang Online

Saat ini adai 3 tamu-tamu online
33.jpg
11.jpg
© 2010 www.haksuara.com
SIUP NO. 617/ SK/ MENPEN/ SIUP/ 98/ TANGGAL 14 OKTOBER 1998