Umum

10 Orang Dalam Pantauan Terkait Virus Corona di Kabupaten Toba

Haksuara.com- Balige
Dalam siaran Persnya kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Toba, dr Pontas Batubara didampingi oleh Danramil Balige, Pihak Polres Tobasa dan Kakan PolPP serta Kadis Kominfo Lalo Simanjuntak mengatakan, bahwa pemerintah kabupaten Toba menetapkan status, daerah Toba adalah siaga Bencana yang dimasukkan dalam Bencana Non Alam Mulai hari ini, Senin (23/03/2020) dan 10 Orang Dalam Pemantauan (ODP) di kabupaten Toba Samosir.

Lebih lanjut dikatakan dr pontas ” Setelah berkordinasi dengan kepala sekolah dan jajaran dinas Pendidikan maka dirumuskanlah anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP di rumahkan selama 14 hari bukan di liburkan. Metode yang dilakukan dengan cara memberikan tuntunan-tuntunan silabus terhadap anak didik anak didik belajar dirumah dan selalu dalam pengawasan orangtua. Guru memantau apabila muridnya sudah bisa menyelesaikan silabus dan menuntun anak didik melalui ruang guru.

“Pemerintah kabupaten juga melakukan langkah-langkah mengatisipasi virus corona dengan cara mengurangi rapat-rapat dikantor, mengurangi penggalangan-penggalangan massa yang terkait dengan program-program pemerintah dan membuat scajule kembali perjalanan-perjalanan dinas apalagi yang sudah masuk dalam daftar zona merah daerah yang terindikasi virus corona kata dr Pontas Batubara dalam konfrensi persnya.

Terkait dengan 10 Orang Dalam Pantauan (ODP) oleh pihak Satgas Penangulangan Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Toba, dr Pontas Batubara Menjelaskan secara mendetail bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan secara langsung terhadap pasien setiap hari, kepada 10 orang yang dikatakan ODP oleh pihaknya. Yang dirawat dirumah secara mandiri maupun yang dirawat inap di Rumah sakit tetap dilakukan pemantauan, Agar diketahui perkembangan kesehatan pasien.

Walaupun belum ada alat pendeteksi virus corona di kabupaten Toba. Pihak satgas penangulangan percepatan virus corona menetapkan 10 Orang Dalam Pemantauan dengan melihat kondisi fisik pasien yang mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit tengorokan, batuk dan sesak napas” ujar ketua Satgas dr Pontas Batubara.

Masih dalam siaran pers, Kabag Ops polres Tobasa Drs Efendi Sinaga, mengatakan bahwa bagi siapapun yang menebar Hoaks terkait virus Corona akan kami tidak dan proses secara hukum, sepanjang ada masyarakat yang melaporkannya. (Denni Hutagaol)

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.