Umum

225 Kg Benih Jagung Siap Ditanam di Lapas Terbuka Ciangir

  • 225 Kg Benih Jagung Siap Ditanam di Lapas Terbuka Ciangir

Partisipasi Pemasyarakatan dalam menjaga ketahanan pangan nasional semakin nyata. Kali ini, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menggelar ” Penanaman Jagung Perdana Kerjasama Ditjen Tanaman Pangan dan Ditjen Pemasyarakatan di Lahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)” di Lapas Terbuka Kelas llB Ciangir (minimum security) Tangerang Banten, pada Kamis 7/11/2019. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Terbuka Ciangir akan menggarap budidaya jagung di lahan seluas 15 hektar.

Sebelumnya rapat koordinasi telah diselenggarakan antara Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasioanal (BAPPENAS), Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), Kementerian Hukum dan HAM dan Yayasan Inisiatif Indonesia Biru Lestari (Walhi), di Hotel Ashley Jakarta pada Senin 4/11/2019.

” Ini merupakan sesuatu yang sangat kami tunggu. Dalam Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan, WBP yang berada di dalam lapas minimum security diharapkan mampu produktif seperti ini. Hasilnya juga untuk mereka, sehingga merasakan enaknya menjadi pribadi yang produktif,” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami.

Sebanyak 225 kilogram benih jagung hibrida umum 2 varietas telah disediakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Tak hanya itu, pupuk sebanyak 3.250 kilogram juga disediakan untuk mendukung budidaya jagung. Nantinya para WBP akan mendapatkan pengawalan dan pendampingan dari penyuluh pertanian dan dinas pertanian provinsi dan kabupaten setempat.

Saat ini jagung tengah menjadi salah satu komoditas prioritas nasional selain beras dan kedelai. Lahan luas yang dimiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan serta jumlah WBP yang besar menjadi potensi tersendiri untuk berpartisipasi dalam ketahanan pangan. Budidaya jagung yang termasuk dalam program pembinaan kemandirian ini juga diharapkan dapat memperkecil angka residivis seiring dengan WBP yang semakin produktif dan mandiri.

”Empowering for Prosperity. Program pembinaan ini diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi WBP di masa depan, terutama setelah bebas. Mereka akan menjadi SDM unggul. Kondisi overcrowding, justru harus kita manfaatkan karena berarti kita memiliki sumber daya yang besar. Ini peluang yang sangat baik,” ungkap Utami.

Secara bertahap, pengembangan budidaya jagung juga akan dilaksanakan di Lapas Terbuka Kendal dan Lapas Terbuka Nusakambangan. Lahan seluas 15 hektar telah disediakan di Lapas Terbuka Kendal, sedangkan Lapas Terbuka Nusakambangan memiliki lahan seluas 40 hektar. Proses penanaman akan diselenggarakan dalam waktu dekat seiring dengan musim hujan yang telah tiba.

” Kami sangat berterima kasih kepada seluruh mitra yang telah mendukung program ini. Semoga kedepannya dapat menjangkau wilayah lain dengan komoditas yang lebih beragam. Untuk WBP Indonesia yang unggul,” tutup Utami.

Pemberdayaan WBP sejatinya sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di bidang sumber daya manusia. WBP yang selama ini termarjinalkan dikuatkan kembali melalui berbagai program pembinaan di dalam lapas. Dalam hal menjaga ketahanan pangan. WBP akan diasumsikan sebagai petani yang nantinya mendapat endorsement dari dinas pertanian. Program ini juga dapat dikatakan sebagai regenerasi petani Indonesia dimana saat ini jumlah petani muda semakin sedikit. Wisma H Lubis Tangerang

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.