SERBA SERBI

500 Tahun Reformasi Martin Luther Diperingati Di Kota Gunungsitoli

KEPULAUAN NIAS500 Tahun Reformasi Martin Luther Diperingati Di Kota Gunungsitoli
ByTrozid HarevaPosted on November 6, 2017
Gunungsitoli–Pemerintah Kota Gunungsitoli (sumut) melaksanakan peringatan 500 Tahun misi reformasi Martin Luther, dilaksanakan di taman Ya’ahowu kota Gunungsitoli, Senin (05/11/2017) dengan Thema “ diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan”

Martin Luther (1529) karya Lucas Cranach Tua
Martin Luther (1529) karya Lucas Cranach Tua / Wikipedia

Pada acara tersebut dihadiri oleh Walikota Gunungsitoli Ir. Lakhomizaro Zebua yang didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli dan Wakil Walikota Gunungsitoli, Bupati Nias Drs. Sokhi’atulo Laoli, MM, Ephorus BNKP, Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Kepala BNNK Gunungsitoli, Sekda Kota Gunungsitoli, Ketua TP PKK kota Gunungsitoli, Kepala Perangkat Daerah Kota Gunungsitoli, undangan dari berbagai Denominasi Gereja Sekepulauan Nias dan Masyarakat Kota Gunungsitoli.

Ir. Lakhomizaro Zebua Walikota Gunungsitoli yang sekaligus sebagai ketua Umum Panitia, mengapresiasi pelaksanaan ibadah Raya 500 tahun reformasi ini di mana beberapa rangkaian kegiatan sebelumnya telah dilaksanakan di antaranya seminar sehari tentang arti dan makna reformasi, penanaman pohon dan peletakan batu pertama patung Yesus di Soaröwiga Desa Hilinakhe Kecamatan Gunungsitoli barat yang merupakan kesatuan dari kegiatan hari ini.

Diungkapkan dia, bahwa 500 tahun yang lalu Martin Luther tampil sebagai Tokoh Reformasi menentang praktik indulgensi ( ajaran penghapusan dosa) dengan 95 dalilnya di tahun 1517. Martin Luther menyampaikan bahwa keselamatan kehidupan kekal tidak dapat diperoleh dengan perbuatan baik melainkan semata-mata diterima sebagai karunia Allah yang cuma cuma (Sola Gratia) melalui Iman percaya kepada Yesus Kristus sebagai penebus dosa (Sola Fide). hanya karena anugerah Allah kita diselamatkan sesuai dengan tema saat ini diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan Roma 3:24, Efesus 2:8.

Martin Luther telah menjadi alat Tuhan untuk menyampaikan kebenaran dan menerangi gereja-gereja di seluruh dunia tanpa terkecuali di Kepulauan Nias yang kita cintai ini. kita menyadari bahwa 500 tahun bukanlah waktu yang singkat perkembangan gereja-gereja

Tentulah sangat pesat selama masa itu. Injil dan berita reformasi gereja telah menerangi kehidupan kita hingga saat ini reformasi gereja telah membawa kita kepada iman yang benar memperbaiki sikap mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita beragama dan Siapa sesungguhnya Allah yang kita percaya inilah yang kita peringati setiap tanggal 31 Oktober sebagai hari reformasi.

Diakhir katanya Lakhomizaro, menyampaikan sangat menyadari bahwa gereja adalah salah satu harapan besar Pemerintah yang mampu mengambil bagian dalam memajukan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, beliau juga mengajak masyarakat untuk bergandengan tangan dan mewujudkan Kota Gunungsitoli yang maju nyaman dan berdaya saing sebagaimana visi misi Kota Gunungsitoli.(Trh)

Previous ArticleNext Article