Ekonomi dan Bisnis

Ajak Cintai Produk Dalam Negeri, Disperdagin Jeneponto Gelar Sosialisasi P3DN

JENEPONTO, HAK SUARA.COM – Dinas Perdagangan dan Perindustrian kembali menggelar Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, di Aula Kantor Disperdagin Jeneponto, Selasa (20/8/2019).

Dalam kesempatan tersebut hadir Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Jeneponto, H. Zubair K, Sekretaris Disperdagin Jeneponto Syamsul Baqri Katti, Kabid Perdagangan Disperdagin Jeneponto, Maryam Arifuddin, Kasi Bina Pasar Tradisional dan Modern Disperdagin Muh. Taswin. Sementara peserta yaitu dari pengelola Indo Maret, Alfa Maret, Alfa Midi, para pengusaha dan pedagang.

Ketua Panitia Pelaksana Muh Taswin melaporkan bahwa di tengah era globalisasi dan pasar bebas saat ini serbuan produk impor sudah hampir menguasai berbagai sektor. Hal ini disebabkan industri Dalam Negeri kita tidak mampu bersaing baik dari segi kualitas maupun harga.

Untuk itu, kata Taswin, untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah telah mengeluarkan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri atau P3DN. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat agar lebih menggunakan produk dalam negeri dibandingkan produk impor.

“Salah satu bentuknya adalah mewajibkan instansi pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang dibiayai oleh pemerintah”, imbuh Taswin.

Sementara Sekretaris Disperdagin Jeneponto Syamsul Baqri mengatakan kegiatan ini dianggap sangat penting untuk mendorong semua pihak dalam mendorong kemajuan ekonomi kita.

Dia mengatakan setelah mengikuti kegiatan ini para peserta dapat lebih mencintai, membeli, menggunakan, memakai dan mengembangkan produk-produk buatan dalam negeri, sehingga dengan demikian kita dapat mendukung perekonomian daerah maupun nasional, pungkasnya.

Ditempat yang sama Kadis Koperasi dan UKM Jeneponto H. Zubair K, selaku pemateri memaparkan bahwa produsen saat ini harus mampu menguasai pangsa pasar dengan mengetahui seluk beluk apa yang di inginkan konsumen.

Oleh karena itu, kata Zubair kualitas produk perlu ditingkatkan agar dapat bersaing dengan produk impor. “Inovasi produsen harus terus dilakukan misalnya desain kemasan yang lebih menarik sehingga produk tersebut laris dipasaran”, jelas Zubair.

Dalam kondisi seperti serbuan Produk Impor, sikap yang perlu dikembangkan oleh pelaku usaha adalah optimisme, dengan merubah tantangan yang ada menjadi peluang yang akan memberikan keuntungan dan manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat, karena disamping memberikan tantangan, perdagangan bebas juga merupakan peluang yang relatif besar, terutama pasar produksi yang semakin luas dan beragam, yang akan membuka kesempatan untuk peningkatan dan diversifikasi produksi yang dihasilkan, pungkas Zubair. (Lau)

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.