Aksi Unjuk Rasa Solidaritas Jurnalis Jeneponto Disambut Kapolres Dan Dandim 1425 Jeneponto

    JENEPONTO, HAKSUARA.COM – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Solidaritas Jurnalis Jeneponto, Kamis (26/9/2019) di depan Mapolres Jeneponto mendapat pengawalan ketat oleh aparat kepolisian.

    Para pengunjuk rasa mengambil titik star di Stadion Belokallong, kemudian bergerak dengan pengawalan Sat Lantas Polres Jeneponto menuju simpang patung kuda depan Mapolres Jeneponto.

    Bahkan saat melakukan orasi di depan Mapolres Jeneponto, Kapolres Jeneponto AKBP Ferdiansyah dan Dandim 1425 Jeneponto sempat menemui para pengunjuk rasa yang sedang melakukan orasi sebelum mengikuti sidang paripurna DPRD Jeneponto.

    Kapolres Jeneponto AKBP Ferdiansyah di hadapan pengunjuk rasa mengatakan akan menampung aspirasi para jurnalis terkait tuntutan terhadap adanya aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap ketiga jurnalis yang sedang meliput di Gedung DPRD Sulsel, ujarnya.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Dandim 1425 Jeneponto Letkol Inf Irfan Amir yang menyambut positif atas aspirasi yang dilakukan oleh para jurnalis. Dia mempersilakan kepada pengunjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya, namun jangan anarkis, ujar Dandim 1425 Jeneponto.

    Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Jeneponto ini adalah untuk menuntut keadilan dan meminta Kapolda Susel dan Kapolri untuk segera menindak tegas terhadap oknum aparat yang melakukan kekerasan terhadap ketiga jurnalis saat meliput aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sulsel, Selasa (24/9/2019), ujar Arifuddin Lau, selaku penanggung jawab aksi unjuk rasa.

    Arifuddin yang juga selaku Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Jeneponto mengatakan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian terhadap ketiga jurnalis tersebut adalah sebuah pelanggaran HAM yang tidak boleh dibiarkan terulang. Oleh karena jurnalis dalam menjalankan tugasnya telah di lindungi oleh undang-undang sebagaimana yang tertuang dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, ujar mantan anggota DPRD Jeneponto tersebut.

    Para pengunjuk rasa setelah melakukan orasi selanjutnya menuju Aula Lantai II Mapolres Jeneponto dan melakukan audiensi dengan pihak Polres Jeneponto.

    Audiensi yang berlangsung sekitar 1 jam itu, pihak Kapolres Jeneponto di wakili oleh Kabag OPS Polres Jeneponto Kompol H. Abdul Razak dan Iptu Nasaruddin serta beberapa Kasat Polres Jeneponto.

    Pihak Polres Jeneponto berjanji akan menyampaikan aspirasi para jurnalis Jeneponto ke pihak Polda Sulsel terkait tuntutan yang disampaikan. Abdul Razak mengatakan saat ini oknum aparat kepolisian yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis telah ditangani oleh pihak Propam Polda Sulsel.

    “Untuk perkembangan kasusnya silahkan pantau dan menanyakan langsung ke Kabid Humas Polda Sulsel”, pungkas Abdul Razak. (Lau)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here