EKONOMI dan BISNIS, PENDIDIKAN dan TEKNOLOGI

Bagaimana membayar Upah atau Gaji seorang Freelancer?

Seperti biasa, pada umumnya ketika pengusaha memulai bisnis baru, sebagian memilih untuk mempekerjakan pekerja lepas (freelancer) untuk melaksanakan berbagai tugas diperusahaan, bukan pegawai yang bekerja penuh waktu. Adapun memilih strategi ini karena memang akan cenderung lebih murah dan mudah dimana membutuhkan lebih sedikit dokumen untuk merekrut mereka.

Tingkat freelance itu sendiri beragam dideluruh bidang dan wilayah. Misalnya saja, saat survei diberbagai startup saya mendapatkan informasi bahwa mereka dibayar antara 20jt hingga ratusan juta untuk proyek yang sama! Bagaimana Anda bisa mulai mengevaluasi upah ini dan yang mana bayaran terbaik, stidaknya paling pantas untuk sorang freelancer?

Salah satu pendekatannya adalah mengevaluasi penetapan harga berdasarkan usaha yang Anda yakini sedang dibutuhkan untuk proyek Anda. Mualilan dengan berkonsultasi dengan seorang teman yang berpengalaman dalam rekayasa perangkat lunak untuk mendapatkan perkiraan. Mungkin sepadan dengan waktu Anda untuk terjun langsung ke kursus bisnis diluar sama (sekolah online yang membantu orang memajukan karir mereka), sehingga Anda bisa mendapatkan ide tentang apa yang akan terlibat dalam proyek Anda. Setelah Anda melakukan ini, Anda mungkin bisa mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Beberapa perhitungan sederhana akan memberi tahu Anda apa yang harus Anda bayar, berapa upah per jam untuk menyelesaikan proyek yang sedang digarap saat ini. Misalnya saja adalah pada Tingkat pengembang web di Indonesia saat ini berkisar dari sekitar IDR 200.000/hari hingga 2000000/harinya.

Tapi mengevaluasi penawaran hanya berdasarkan harga bisa menjadi kontraproduktif. Ini mengasumsikan bahwa waktu dan usaha freelancer adalah apa yang ingin Anda beli. Kemungkinan besar, Anda malah ingin mendapatkan beberapa hasil dari layanan yang ditawarkan.

Seorang freelancer yang cerdas dan berpengalaman tentu akan menyadari akan hal ini dan mengubah pembicaraan. Mereka akan menggali lebih dalam tentang bisnis Anda, ingin memahami lebih dari sekedar spesifikasi Anda untuk proyek ini. Mereka ingin memahami bagaimana proyek ini akan mempengaruhi bisnis Anda dan cara lain untuk menambahkan nilai berdasarkan cara kerja bisnis Anda. Mereka akan menjual hasil dan bukan pada prosesnya.

Bayangkan diri Anda dalam masing-masing dua skenario ini. Anda berbicara dengan pengembang tentang sebuah proyek, dan dia memberi Anda 100jt. Anda membayar dan semua pihak bahagia.

Sekarang, bayangkan Anda membawa proyek yang sama ke pengembang yang berbeda yang juga tertarik dengan proyek Anda. Pengembang menghabiskan setengah hari dengan Anda untuk memahami setiap aspek bisnis Anda, memberi saran dan memberi tahu Anda bahwa Anda akan menerima penghasilan rata-rata untuk proyek ini sebesar 500jt tahun ini. Pengembang ini akan mengerjakan proyek seharga 100jt. Pengembang baru ini telah menambahkan nilai pada proyek Anda dengan menyarankan perubahan yang akan meningkatkan omset bisnis Anda. Mereka juga telah mengubah produk yang mereka tawarkan, Alih-alih penyesuaian waktu dan cara bekerja.

Source: fispol.com

Previous ArticleNext Article