Umum

Buaya 300 Kg Ditemukan di Parit Irigasi, George-Amerika serikat.

Georgia,Haksuara.com : Seekor buaya besar dengan panjang tubuh empat meter dan bobot sekitar 300 kilogram ditemukan di sebuah parit irigasi dekat Lake Blackshear di negara bagian Georgia, Amerika Serikat. Ini merupakan peristiwa tak biasa di Georgia, baik ukuran buaya maupun lokasi ditemukannya.

“Ini merupakan bukti dari program manajemen buaya di Georgia, bahwa seekor buaya dapat tumbuh hingga sebesar ini,” kata Melissa Cummings, juru bicara Departemen Sumber Daya Alam Georgia dalam sebuah wawancara.

“Satu-satunya cara bagi buaya untuk dapat tumbuh sebesar ini adalah menghindari interaksi dengan manusia,” lanjut dia, seperti dilansir dari laman Sputnik, Minggu 3 Maret 2019.

Besarnya ukuran tubuh buaya tersebut sempat membuat para pengguna media sosial berspekulasi bahwa foto yang diunggah Departemen Sumber Daya Alam Georgia adalah palsu. Brent Howze, seorang pakar biologi yang hadir dalam foto bersama buaya tersebut, membantahnya.

“Ternyata banyak orang yang berpikir ini palsu. Tapi saya dapat memastikan hal tersebut keliru,” tutur Howze. “Saya ada di foto itu, dan kalian semua bisa melihat, bahwa saya tidak mau berada terlalu dekat dengan buaya tersebut,” ungkapnya.

Howze dan tim pakar yang dipimpinnya bergerak ke lokasi penemuan usai seorang mendapat laporan dari seorang warga lokal. “Cukup lama mengeluarkan buaya tersebut dari dalam parit. Ukuran tubuhnya lebih besar dari yang kami kira, dan kami harus menggunakan peralatan berat untuk memindahkannya,” sebut Howze.

Cumming menambahkan bahwa berdasarkan estimasi Howze, buaya tersebut sudah berada di parit selama lebih kurang satu pekan. Perilaku semacam itu dinilai tak biasa bagi seekor buaya di Negeri Paman Sam.

Menurut Howze, kemungkinan buaya tersebut berada cukup lama di parit irigasi karena kesehatannya kurang baik. Saat diangkat dari parit, tim Howze menemukan beberapa bekas luka tembakan senjata api di tubuhnya.

Karena buaya tersebut dinilai tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama akibat banyaknya luka, Departemen Sumber Daya Alam Georgia memutuskan melakukan prosedur suntik mati.

Previous ArticleNext Article