Ekonomi dan Bisnis

Bupati Toba Samosir Canangkan BUMDes Mart

Tobasa Samosir , Hak Suara . Bupati Toba Samosir (Tobasa) Darwin Siagian meminta pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terus digalakkan di daerahnya. Bupati mengaku lebih suka BUMDes Mart yakni minimarket yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) didirikan dan dikembangkan ketimbang alpamart, alpamidi dan Indomart seperti banyak terlihat berdiri di kota-kota. Pasalnya dengan BUMDes Mart, uang masyarakat tidak lagi keluar daerah melainkan tetap berputar di Tobasa. “Itu makanya permohonan izin indomart/alpamart/alpamidi kami pending belakangan ini,’ terangnya di Ajibata saat mengunjungi BUMDes Partopi Tao Mart Kecamatan Ajibata, baru-baru ini. Penanggungjawab BUMDes Partopi Tao Mart, Kopman Nadapdap menjelaskan BUMDes yang ia kelola merupakan milik bersama 7 desa yang ada Kecamatan Ajibata. Sebab kawasan itu diakui merupakan Kawasan Pariwisata Pedesaan Nasional (KPPN). Karenanya ke 7 desa yakni Parsaoran Sibisa, Pardamean Sibisa, Horsik, Sigapiton, Sirungkungon, Motung dan Pardomuan Motung, lanjut Kopman, memberikan kontribusi dalam mendukung pemodalan untuk pengembangannya masing-masing Rp. 50 juta dengan sumber anggaran Dana Desa (DD), disamping dari Kementerian Pedesaan Rp. 350 juta. Diakui dana ini digunakan untuk merehab gedung  BUMDes Partopi Tao Mart, membeli rak, barang dagangan dan fasilitas pendukung lainnya diantaranya komputer. Sebab administrasi penjualan barang menggunakan komputerisasi sebagaimana di Indomaret atau Alpamart. Diterangkan selain menjual berbagai jenis barang dagangan sebagaimana di Indomaret, pihaknya juga menempatkan produk lokal seperti kopi dalam bentuk bubuk dan biji yang dikemas dengan merk original kopi sibisa dan mora kopi ajibata.”Kopi ini kami olah dirumah produksi BUMDes Partopi Tao Mart. Jadi kami sudah memiliki rumah produksi dan sudah ada jagung dan kopi disana untuk kami olah, meski masih manual,” ujarnya. Diterangkan, BUMDes Partopi Tao Mart Kecamatan Ajibata launching tanggal 9 Januari 2019. “Penjualan kami pada bulan Januari kurang lebih mencapai Rp. 37 juta. Di bulan Pebruari hampir sama,” jelasnya . Diakui tantangan yang mereka dihadapi, masyarakat belum semuanya menerima kehadiran BUMDes itu. Karena warga yang memiliki usaha sejenis menganggap BUMDes Partopi Tao Mart merupakan saingannya. “Tapi kami yakin lambat laun warga akan mengerti dan mendukung usaha desa ini,” ujarnya. Bupati Darwin Siagian, mendengar penjelasan itu  mendukung BUMDes Partopi Tao Mart Ajibata terus di kembangkan pengelolaannya. Mengenai produk lokal yang dijual di minimarket milik desa itu, Bupati menyarakan agar sertifikat halalnya segera diurus. Instansi terkait diinstruksikan membantu pengurusannya. “Jangan nanti sudah banyak permintaan jadi repot,” ujarnya. (Denythia)

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.