Hukum dan Kriminal

Dedt Colektor Rampas Kendaraan di Ciduk Polisi

Haksuara.com,BANGKALAN – Unit Opsnal Satreskrim Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur, meringkus Yeni Rahman (44) warga Bulak Banteng Baru, Kecamatan Kenjeran Surabaya. Debt Collectorini, melakukan perampasan sepeda motor milik nasabah yang menunggak pembayaran.
“Motor milik korban diambil paksa di Terminal Jalan Raya Bancaran, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan, karena nunggak angsuran selama lima bulan,” ucap Kasubag Humas Polres Bangkalan, AKP Wiji Santoso, Selasa (8/1/2019).
Menurutnya, debt collector PT. Sandijaya Perkasa Abadi tersebut meminta tebusan kepada korban sebesar Rp 6 juta untuk mengambil motor Honda Beat nomor polisi M 3909 J itu. Namun, korban tidak bersedia membayar dengan alasan tidak memiliki uang.
“Korban mencoba mendatangi kantor leasing untuk melobi motor yang diambil. Tapi, tidak ada ditempat,” imbuh Wiji.
Dia mengatakan, korban pun merasa curiga terhadap surat penarikan yang diterima dari tersangka. Setelah ditelusuri ternyata palsu, dan perusahaan leasing yang bekerja sama dengan FIF itu tidak pernah melakukan penarikan.
“Kemudian, korban menghubungi tersangka untuk membayar Rp 1,5 juta, dan keduanya sepakat untuk bertemu di akses Suramadu sisi Madura,” ucapnya.
Wiji menjelaskan, tersangka tidak menyadari jika niatan korban untuk membayar hanyalah jebakan saja. Sebelum bertemu, korban sudah menghubungi polisi terlebih dahulu untuk meringkus tersangka di lokasi yang telah disepakati.
“Setibanya di lokasi, anggota Unit Opsnal langsung menangkap tersangka dan membawanya ke Polres Bangkalan,” terangnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kata Wiji, tersangka mengakui jika motor Honda Beat warna putih tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, dan surat tugas penarikan yang digunakan juga tidak resmi.
“Tersangka dijerat pasal 368 KUHP tentang perampasan dengan acaman maksimal sembilan tahun penjara,” tandas Wiji di Polres Bangkalan. (*)…Perlu diketahui tentang Perkreditan : bahwa sah nya sewaktu Penanda tanganan kontrak kridit kendaraan tidak tercantum Nama Dedt Colektor sebagai Orang ketiga untuk melakukan Penarikan kendaraan serta Penagihan kridit tertunggak… Mohon Para aparat Hukum serta Pembaca untuk menyimak kembali Tentang keberadaan Dedt Colektor di jalan jalan menunggu mangsanya…. semoga Penegak hukum seluruh Indonesia bisa memberantas Premanisme yang kerap meresahkan masyarakat dan mengatas namakan Dedt Colektor…. mengingat Bapak Kapolri di tahun kemaren mengintruksikan agar Para Dedt Colektor serta Preman Harus di basmi….🙏🙏🙏

Previous ArticleNext Article