Hukum dan Kriminal

Diduga Fasilitasi Ruangan Khusus Tersangka Penganiayaan,:Profesionalisme Kapolsek Neglasari Di Pertanyakan

Hak suara Jakarta – Senin (02/03/20) sangat mengejutkan ada kesaksian bahwa AN dibenarkan dengan bukti rekaman percakapan saksi dan wawancara beberapa awak media dengan saksi Selasa (03/03/20) dengan saksi, Ani (AN) mendapatkan ruangan khusus di lantai 2 di Polsek Neglasari.

Dengan gagah dan lantang R. Manurung di depan beberapa awak media, Senin (17/02/20)

“Untuk terduga 170 atas Ani sudah dilakukan penahanan oleh Polsek Neglasari terhitung mulai tanggal 16 Februari 2020,” tukasnya.

Ani mengenakan baju tahanan warna orange, resmi menjadi tahanan, dan seharusnya berada di dalam sel tahanan Polsek Neglasari sejak Minggu, 16/02/2020 layaknya tahanan wanita lainnya yang pernah ditahan di Polsek Neglasari, akan tetapi, fakta terkuak Ani tidak pernah ditaruh di Sel Polsek Neglasari di lantai dasar melainkan di ruangan di lantai 2.

“Seingat saya posisinya ada di atas, menginap itu pak, sudah sempat nginap lalu esoknya tidak sempat di bawah sudah di atas, yang sempat diliput media setelah selesai, dibawa ke atas tidak pernah di tahan di bawah, saya yakin, apa perlu kesaksian abang saya yang lainnya” ulas nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya

“Betul-betul saya satu sel dengan Hans, Santa dan Kiong tetapi sejak tanggal 16 Februari 2020 Ani ditaruh di atas, lalu kami diterbangkan Ke LP dengan Kiong, tapi aneh Kiong belum ada hitungan hari tidak ditahan di Polsek Neglasari, pagi bareng kami dikirim Ke Lapas Tangerang Lama, Rabu(19/02/2020)” ulas nara sumber kedua yang juga tidak mau disebutkan namanya, dibenarkan melalui bukti rekaman percakapan tersebut.

Darmapun mencari konfirmasi kepada Isnaini penyidik team 2 yang menangani kasus 170 melalui chat wa.

“Abang coba konfirm ke kanit atau kapolsek aja bang” jawab M. Isnaini

Darmapun mempertanyakan ke R. Manurung, tentang adanya fasilitas yang disediakan ke AN tersangka 170, tapi tidak dijawab, begitu juga mempertanyakan perkembangan pengajuan Rekontruksi Penganiayaan juga tidak ditanggapi

“Saya kaget Ani terangka 170, mendapat fasilitasi ruangan di atas yang saya tahu di atas tidak ada sel tahanan yang saya sudah curiga dari awal setiap saya mau ketemu penyidik selalu ditahan tidak boleh ke atas, sayapun cari bukti itu dan ternyata terkuak, saya tanya penyidik selalu di jawab kebijakan pimpinan dan silahkan tanya pimpinan, saya whats up R. Manurung tidak menjawab, kenapa ?, ada apa ?, salah apa kami ? saya hanya ingin mendapat perlakuan yang sama di mata hukum, beliau seorang Penegak Hukum, kenapa keponakan saya didiskriminasi permasalahan hukum baik prosesnya penyelidikannya dan penangkapannya, kami keluarga dengan kuasa hukum akan melaporkan diskriminasi hukum yang tajam ke bawah tumpul ke atas dan tidak profesionalnya R. Manurung ke Propam Mabes Polri, bersurat ke Kapolri dan beberapa instansi terkait agar kami dan kita semua masyarakat awam bisa mendapatkan perlakuan hukum yang sama di NKRI ini, apakah karena Ani seorang anak Oknum Polisi diperlakukan khusus atau ada apa R. Manurung dengan Sudik Riono ayah dari Ani” tutup Darma.

Previous ArticleNext Article

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.