Dana Desa

diduga Kuat Oknum Kades Poongo Tilep Dana Desa ( DD)

Diduga kuat oknum Mantan kades Poongan Tilep Dana Desa(DD)

Boul-Sulteng.Haksuara.com

Begitu mudahnya Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa(DD) Di cungkil kesana kemari dengan berbagai cara paksa untuk kepentingan pribadinya bukan untuk pembangunan desa.

Mantan kepala desa, berinisial (AMD) di desa Poongan kecematan Bokat Kab Buol provinsi sulawesi tengah di duga kuat melakukan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) melalui anggaran alokasi dana deesa (ADD) dan dana desa (DD)

Dari berbagai sumber yang kami himpun didesa itu sebut saja Arjuna ( Samaran Red ) sumber kuat didesa Poongan bahwa permainan penyalagunaan sejumlah anggaran yang dilakukan mantan Kades detik detik diakhir masa jabatan tepatnya awal februari tahun 2019″ kata sumber berapi- api”.

Tipu muslihat yang di lakukan oknum mantan kades itu melakukan mark up Administrasi,dan beberapa fisik yang seharusnya rampung masa Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) di akhir tahun 2018 lalu, namun laporan pertanggung jawaban (LPJ) Masih terparkir sampai sekarang 2019.

Lanjut sumber,
bukan itu saja.ada beberapa fisik yang memang sama sekali belum terjamah kan diantaranya Pos kamling semi permanen 1 Buah dengan melalui ,alokasi Dana Desa (ADD) dengan anggaran Rp. 13.000.000 hingga kini belum juga rampung hingga batas kontrak berakhir.

Bukan itu saja fisik pembangunan Tribun Desa, yang dilahirkan dari dana desa (DD) sebesar anggaran Rp 100.000.000 ( seratus juta rupiah) ini masih belum ada juga penyelesaian, bahkan fisik tersebut tidak diketahui masa hari kelender kerjaan . Lain haknya pembangunan embung/kolam desa yang sudah rampung tapi ironisnya tidak difungsikan sebagaimana peruntukannya yang bersumber dari dana anggaran pendapatan belanja negara (APBN) sebesar Rp 270.000.000.”ucapnya sumber sambil tertawa
Ketika awak media berkunjung dirumah kediamannya”.

Dari berbagai informasi yang kami himpun Awak media menemui mantan kades Poongan Armadeng mengkonfirmasi tentang dugaan penyalagunaan dan penyelewengan anggaran dana desa.

Hal ini Armadeng membenarkan adanya dugaan penyelewenagan dana itu.pasalnya begini mengenai pos kamling kami akan tetap akan menyelesaikan hanya saja materialnya seperti balok masih basah dan pembangunan tribun karena anggaran di tahap empat pencairannya lambat.
Mengenai
penggunaan embung/kolam desa belum di fungsikan karna dikhawatirkan akan terjadi kerusakan atau cepatnya roboh kaki pondasi kolam itu,makanya saya belum memfungsikannya pak.”ucap mantan kades dengan santainya”.( Andi Nurpala.)

Previous ArticleNext Article