Hukum dan Kriminal

Dimana Hati Nurani Pemilik Kandang Ayam Ilegal

Gusit, HAK SUARA
Setelah beberapa orang meninggal dunia akibat flu burung akhirnya ratusan kepala Rumah Tangga Masyarakat di kota Gunungsitoli Mengamuk di Kandang Ayam milik PT DAS tepatnya di desa hilimbowo olora dan 2 desa lainnya, senin, “”Terlihat ratusan masyarakat mengamuk dilokasi kandang ayam, mulai dari anak-anak, Pemuda, dan orang tua serta Ibu-ibu, “”Aksi spontan dari masyarakat tersebut menindaklanjuti janji pemerintah kota gunungsitoli melalui Satpol PP kota Gunungsitoli, untuk segera mungkin lokasi peternakan ayam petelur untuk dipindahkan, namun hingga saat ini belum ada langkah langkah kongkrit dari walikota Gunungsitoli. Menurut informasi yang berkembang , meskipun kandang ayam tersebut tidak memiliki Izin yang seharusnya alias Ilegal dan diduga telah menimbulkan korban namun, Pemkot Gunungsitoli terkesan tidak berdaya menutup kandang ayam tersebut berhubung karena kandang ayam itu milik Anggota Dewan . Karena Pemkot seolah olah membiarkan bau busuk itu mengganggu warga kota maka masyarakat kota Gunungsitoli dari berbagai elemen tumpah kejalan meminta tanggungjawab walikota dan juga pemilik kandang Ayam untuk menutup kandang ayam yang dikelola PT DAS itu sekaligus menuntut ganti kerugian yang layak sesuai aturan yang berlaku . Terlihat oleh wartawan dilapangan , Masyarakat yang datang dilokasi peternakan ayam terlihat brutal melempari pintu pagar PT Das, aksi spontan ini menunjukan kemarahan masyarakat 3 desa atas janji pemerintah kota, menimbulkan keresahan lingkungan kandang ayam yang menimbulkan bau tak sedap, lalat bertebaran dirumah rumah warga, bahkan dapat menimbulkan penyakit flu burung atau sejenis lainnya, dengan mengganggu kesehatan manusia atas limbah dari kandang ayam, “”Aksi tersebut juga dihiasi orasi dari berbagai pihak dengan segera mungkin ditutup, bila tidak, akan dibakar, dan segera mungkin menghentikan . Tidak manusiawi, bahkan membunuh masyarakat 3 desa dengan pencemaran udara, lingkungan dan limbah penyakit. Ungkap orasi P. Halawa. “”Masyarakat hingga malam berhasil masuk dikandang ayam, dan melakukan aksi brutal, mengeluarkan beberapa ayam dikandang , bentrok tersebut sempat dibatasi oleh pihak kepolisian, dan mengamankan para masyarakat untuk tidak anarkis. “”Satpol pp kota gunungsitoli yang sudah hadir dilokasi, melakukan mediasi dan berjanji untuk menggusur kandang tersebut dalam tempo 1 bulan sejak hari senin. “Dengan pernyataan tersebut masyarakat kembali dan menerima pernyataan tersebut, sembari menunggu janji tersebut. “”Masyarakat olora yang tidak mau disebut namanya, menyesalkan hal demikian seolah terkesan pembelaan terhadap perusahaan, padahal izin dari perusahaan tersebut tidak ada bahkan kegiatan usaha ini mengganggu kenyamanan masyarakat dan berdampak penyakit flu burung, bila mana janji tersebut tidak dieksekusi pada waktu yang di sampaikan. Maka aksi ini lebih brutal lagi, karena memunculkan hukum rimba tanpa sepihak saja. Pihak pemko tidak peduli lagi. “Maka biarlah terjadi proses protes masyarakat setempat dengan cara cara mereka. Tegas masyarakat.

Beberapa tokoh masyrakat Nias yang ada dijakarta menyesali perilaku pengusaha kandang ayam yang tega mendirikan kandang ayam dikota Gunungsitoli tanpa izin bahkan mereka menghimbau agar masyarakat korban pencemaran lingkungan oleh kandang ayam tersebut dapat meminta ganti rugi kepada pemilik dan pemerintah. “ anggota Dewan yang mendirikan kandang ayam dikota tanpa izin sangat diragukan hati nuraninya dan tidak patut dipilih lagi ,tegas Azasman moho kepada hak sura beberapa waktu lalu .

Previous ArticleNext Article