Hukum dan Kriminal

Empat Terdakwa Pemalsuan Surat Keputusan Kapolri Dituntut 4 Tahun 6 Bulan Penjara.

Jakarta,Haksuara.com, – Empat terdakwa pemalsu surat keputusan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Habel Yawa dan Muslimin Kansil serta Ferbriyanto dan Lucky Ferdian dituntut terbukti bersalah oleh JPU Kejari Depok Firman Wahyu Oktavian.

Dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Depok ( PN Depok), keempat terdakwa dituntut hukuman penjara selama 4 tahun 6 bulan karena melanggar pasal 263 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan surat. Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa selama 4 tahun 6 bulan penjara,” kata Firman di PN Depok, Senin (25/2/2019).

Dalam sidang pemeriksaan terdakwa sebelumnya, Febriyanto mengaku membuat surat keputusan palsu Kapolri untuk terdakwa Habel yang mengaku mendapat surat kuasa menjual besi dan aki bekas PT Freeport Indonesia.

Namun dia membutuhkan surat keputusan Kapolri guna memuluskan langkahnya saat menjual besi dan aki bekas PT Freeport agar nantinya tak bermasalah.

Febriyanto mendapat untung Rp 150 juta sebagai imbal jasa membuat surat keputusan Kapolri untuk Habel dan Muslimin yang berkasnya jadi satu.

“Surat tersebut saya buat dari google tanpa ada yang diganti. Upah yang saya terima sebesar Rp 150 juta. Kalau terdakwa Lucky hanya saya beliin rokok dan lainnya,” ucap Febriyanto.

Saat gilirannya diperiksa, Habel mengaku meminta Febriyanto yang dikenalnya melalui Muslimin untuk membuat surat keterangan palsu.

Habel juga tak menampik saat ditanya JPU apa benar dia menyerahkan uang Rp 150 juta kepada Febriyanto yang bekerja sebagai pengusaha beras di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Ya, saya memang menyuruh terdakwa Febriyanto. Terdakwa Febriyanto saya kasih uang Rp 150 juta,” kata Habel.

Jakarta,Haksuara.com, – Empat terdakwa pemalsu surat keputusan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Habel Yawa dan Muslimin Kansil serta Ferbriyanto dan Lucky Ferdian dituntut terbukti bersalah oleh JPU Kejari Depok Firman Wahyu Oktavian.

Dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Depok ( PN Depok), keempat terdakwa dituntut hukuman penjara selama 4 tahun 6 bulan karena melanggar pasal 263 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan surat. Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa selama 4 tahun 6 bulan penjara,” kata Firman di PN Depok, Senin (25/2/2019).

Dalam sidang pemeriksaan terdakwa sebelumnya, Febriyanto mengaku membuat surat keputusan palsu Kapolri untuk terdakwa Habel yang mengaku mendapat surat kuasa menjual besi dan aki bekas PT Freeport Indonesia.

Namun dia membutuhkan surat keputusan Kapolri guna memuluskan langkahnya saat menjual besi dan aki bekas PT Freeport agar nantinya tak bermasalah.

Febriyanto mendapat untung Rp 150 juta sebagai imbal jasa membuat surat keputusan Kapolri untuk Habel dan Muslimin yang berkasnya jadi satu.

“Surat tersebut saya buat dari google tanpa ada yang diganti. Upah yang saya terima sebesar Rp 150 juta. Kalau terdakwa Lucky hanya saya beliin rokok dan lainnya,” ucap Febriyanto.

Saat gilirannya diperiksa, Habel mengaku meminta Febriyanto yang dikenalnya melalui Muslimin untuk membuat surat keterangan palsu.

Habel juga tak menampik saat ditanya JPU apa benar dia menyerahkan uang Rp 150 juta kepada Febriyanto yang bekerja sebagai pengusaha beras di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Ya, saya memang menyuruh terdakwa Febriyanto. Terdakwa Febriyanto saya kasih uang Rp 150 juta,” kata Habel.

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.