Ekonomi dan Bisnis

FGD, Penyusunan Publik Daerah Dalam Angka 2020

SIGI, Hak Suara,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), menggelar Focus Group Discussion (FGD), dengan Tema “ penyusunan Publik Daerah Dalam Angka 2020,” berlangsung di Aula De’Qalbu Jumat (14/2/2020).

Kepala BPS Sigi Jefrie Wahido mengatakan, terkait angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Sigi tahu. 2018 sampai 2019 mengalami kenaikan, hal ini diakibatkan bencana yang terjadi pada tahun 2018 lalu, tentunya hal tersebut sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan rusaknya sejumlah fasilitas umum irigasi gumbasa, yang merupakan sumber air yang sangat penting bagi petani, karena Kabupaten Sigi merupakan potensi pertanian yang cukup besar di daerah ini.

“daerah pertanian sebagai sumber penghasilan besar bagi masyarakat Sigi dan dengan tidak berfungsinya irigasi gumbasa, memiliki pengaruh yang besar terjadinya penurunan penghasilan maupun pendapatan masyarakat khususunya para petani”terangnya.

Indikator lain juga kata Jefrie, beberapa sektor usaha juga baru bergerak pasca bencana tahun 2018 lalu, namun dalam hal tersebut Kabupaten Sigi cukup baik dalam pemulihan ekonomi yang dilakukan, dimana pemerintah darah mempercepat pergerakan pertumbuhan ekonomi sehingga angka kemiskinan dapat diminimalisir.

“tidak hanya Kabupaten Sigi saja yang terjadi seperti itu, akan tetapi daerah yang terdampak bencana tahun lalu juga mengalami hal yang sama dengan naiknya angka kemiskinan, bila ada yang mengatakan pasca bencana angka kemiskinan menurun tentu hal tersebut perlu dipertanyakan keakuratan pendataan yang dilakukan “ujarnya

FGD yang di ikuti perwakilan OPD Sigi dan media itu, Pemda Sigi dalam hal ini Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sigi Sutopo Sapto Condro menjelaskan, terkait dengan irigasi gumbasa yang saat ini terus dilakukan perbaikan, ditargetkan akhir tahun 2021 sepanjang irigasi gumbasa telah selesai dikerjakan sampai di Desa Mpanau yang sebelumnya memenuhi pengairan persawahan seluas 8 ribu hektar lebih.

“kita berdoa pengerjaan irigasi gumbasa ini selesai tepat waktu, namun dalam hal ini Pemda juga telah melakukan upaya berupa program air dalam di sejumlah titik, untuk memenuhi area pertanian sambil menunggu penyelesaian irigasi gumbasa”kata Sutopo. (Lin)

Previous ArticleNext Article

63 Comments

  1. Ping-balik: viagra 100mg
  2. Ping-balik: chloroquine phosphate
  3. Ping-balik: best cialis site
  4. Ping-balik: doctor7online.com
  5. Ping-balik: cialis 10 mg tablet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.