Politik dan Pembangunan

Gagal Tender 10 M DAK, Legislator Jeneponto Minta Pemda Evaluasi PPK

dalam

JENEPONTO (HAK SUARA.COM) – Sebanyak Rp 10 miliar dana alokasi khusus atau DAK untuk Kabupaten Jeneponto dan sisa tender hangus.

Hangusnya DAK tersebut karena ada beberapa persyaratan yang lambat dilakukan oleh organisasi perangkat daerah atau OPD.

Ada lima OPD yang DAKnya hangus yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan BKKBN.

Anggota DPRD Jeneponto dari partaiGerindra Andi Baso Sugiarto meminta pemerintah daerah mengevaluasi kinerja oraganisasi perangkat daerah atau OPD.

Menurutnya dana 10 milyar sangat bermanfaat buat pembangunan Jeneponto bisa lebih baik.

“OPD ini memang tidak taat waktu merencanakan sesuatu yang seharusnya direncanakan diawal tahun atau triwulan pertama,” kata Andi Baso Sugiarto, Selasa (13/8/2019) siang.

“Para OPD ini seharusnya mencari orang pejabat pembuat komitmen (PPK) yang punya memang ahli dibidangnya juga memahami regulasi,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa ABS akronim dari Andi Baso Sugiarto sepakat jika bupati Jeneponto Iksan Iskandar melakukan evaluasi kinerja OPD.

“Saya sepakat dengan pak bupati untuk mengevaluasi para OPD, peran OPD punya tanggung jawab, misal di dinas perhubungan, terkait pengadaan tambatan perahu ini sangat bermanfaat buat masyarakat,” jelasnya.

“Saya berharap bupati kedepan untuk mengevaluasi OPD yang tidak mampu dalam penyerapan anggaran terkhusus dana DAK,” sambungnya.

Sebelumnya Bupati Jeneponto Iksan Iskandar mengungkapkan akan mencari solusi untuk menyelesaikan dana DAK yang hangus.

“Ini yang mau dicarikan solusi di pusat untuk menyelesaikan yang gagal tender ini dan yang sisa tender,” kata Iksan Iskandar beberapa waktu lalu. (Ari)

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.