Umum

Gubernur Jateng Tindak Pecat Penerima Pungli

SEMARANG,Haksuara.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menjatuhkan sanksi tegas terhadap tujuh pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang menerima pemungutan liar (pungli) dan gratifikasi. Sanksi dilakukan secara bertingkat yakni mulai peringatan, pindah jabatan, hingga pemecatan.
“Paling berat tak pecat (saya pecat). Ada pula yang mendapat sanksi peringatan, kita bina, atau pindah. Tujuh orang itu (melakukan pelanggaran kurun waktu) selama satu tahun,” kata Ganjar saat dijumpai di Wisma Puri Gedeh, Selasa (8/1/2019).
Meski demikian, Ganjar enggan membeberkan identitas jumlah pegawai yang dipecat serta asal instansinya. Menurutnya, jenis pelanggaran yang dilakukan ketujuh orang itu beragam. Bahkan, satu di antaranya terlibat jual-beli jabatan.
“Ada yang dulu jual-beli jabatan. Kemudian, dia dikejar utang (ditagih janji karena jabatan yang kunjung didapat), hingga akhirnya tidak bisa masuk (bekerja). Itu ketahuan setelah lama sekali, hingga akhirnya kami copot,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Ganjar ngamuk karena menerima laporan tentang tujuh anak buahnya yang diduga terlibat pungli dan gratifikasi. Bahkan, ada oknum yang mencatut nama Ganjar untuk memuluskan aksi itu, bahwa uang gantinya bakal disetor ke Gubernur.
“Yang bikin saya gondok adalah katanya uang itu untuk saya. Masya Allah, ini jahat benar. Ini fitnah yang luar biasa,” ujarnya.
Tujuh orang yang dipanggil, lanjut Ganjar telah mengaku. Meski begitu, ada sebagian yang mencoba berkelit dengan berbagai alasan.
“Ngaku nerima tapi alasannya macam-macam, katanya cuma titipan. Saya tegaskan tidak boleh dan tidak bisa, kembalikan! Makanya hari ini saya kumpulkan semua pejabat untuk kembali saya tegaskan agar menjaga integritas,” tegasnya.

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.