Hukum dan Kriminal

H. Bacca Dg. Ngerang Dinilai Rampas Warisan Adik Kandungnya Sendiri

TAKALAR, HAKSUARA.COM – Kakak Kandung Hj Mairah Dg Simba dengan rakusnya mengambil paksa lahan milik adiknya sudah diserahkan oleh kedua orang tuanya sebelum wafat atau meninggal dunia.

Pemberian itu disaksikan oleh keempat saudaranya yang saat ini masih hidup. Keempat saudaranya itu siap bersaksi atas pemberian lahan tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Hj. Mariah Dg Simba (50) Bin Ma’jugara Dg. Ganyu, mengaku di rampas hak lahan pemukiman miliknya oleh Saudara kandungnya sendiri H. Bacca Dg Ngerang (67).

Hj. Simba mengaku sebidang tanah miliknya seluas 4 are atau 400 meter persegi di Dusun Tipacera, Desa Su’rulabgi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, di sertifikatkan tanpa sepengetahuannya oleh keponakanya anak dari H. Bacca Dg. Ngerang, saat ini aktif sebgai ASN di Dinas Pertanian di bagian umum.

“Tanah miliknya itu pembagian dari orang tua kandungnya Majugara Dg Ganyu, mereka mengaku sudah ada masing masing pembagian warisannya yang sudah dibagikan sama orang tuanya,” ungkapnya kepada Wartawan.

Dia menuturkan bahwa kakak tertua saya ( H. Bacca dg Ngerang ) serakah merampas tanah kapling saya yang merupakan hak milik saya. Ini merupakan pemberian dari kedua orang tua semasa hidupnya.

“Lahan pemukiman saat ini sudah dibanguni rumah oleh kemanakan saya Tajuddin Dg Suro yang juga seorang PNS, tanpa sepengetahuan saya, “terangnya.

Sementara Hj. Simbah mengungkapkan ada 4 saudara kandung siap jadi saksi bahwasanya sebidang tanah kapling itu betul betul miliknya yang merupakan warisan dari orang tuanya.

Ini Nama saudara saya yang menjadi saksi hidup
1. Jida Dg Kuntu alamat pa’jenekan Desa Surulangi
2 .Caco Dg Liwang alamat Pa’jenekan, Desa Su’rulangi
3. Salam Dg Bone alamat Paranglabua.
4. Majia Dg. Losi alamat Tipa Cera.

Sementara diluar dari saudara kandungnya ada juga atas nama Pati Dg. Rannu alamat Pa’jenekan Desa Su’rulangi, juga menjadi saksi kuat bahwa lahan tersebut milik Hj Mairah Dg. Simba.

H. Macca yang berusaha dihubungi saya tidk merampas haknya justru pembagiannya itu sudah dua jual, sebagai pengganti lahan yang pernah diberikan kepada kedua orang tua saat masih hidup.

“Jadi memang ada pembagian saat masih hidup orang tua dan jelas sekali, tapi bagiannya atau haknya sudah dijual keorang lain,” ujar H. Bacca Dg Ngerang saat dihubungi via telepon tadi malam, Jumat (22/11/2019). (Jahar)

Previous ArticleNext Article

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.