Hukum dan Kriminal

Jalankan Putusan MA Kejari Siak : Morlan Cs Secepatnya Dieksekusi

PEKANBARU,Haksuara,Pekanbaru – Terkait putusan Mahkamah Agung (MA) yang diabaikan terhadap 3 terpidana Morlan Cs, Kepala Kejaksaan Negeri Siak, Herry Hermanus Horo menyampaikan,” apabila salinan putusan sudah dapat kami temukan, kami secepatnya lakukan eksekusi, tidak lebih dari minggu depan, tegasnya via whatsApp (WA). Pernyataan Kejari Siak tersebut, berawal Putusan Mahkamah Agung yang diabaikan KeJaksaan Negeri Siak sekita empat tahun yang silam , terhadap tiga terpidana kasus pencurian besi milik eks PT. Pertiwi Prima Plywood yang bebas menghidup udara segar tanpa dieksekusi sementara kasusnya sudah Inkrah .

Ketika terdakwa yang berseteruh dengan PT. Tropical Asiater jadi pada tahun 2012 lalu masing-masing Alfian, Ramot Manalu, Morlan Simanjuntak dalam perkara dugaan kasus pencurian besi sebanyak 2,8 ton di lokasi eks PT. Pertiwi Prima Plywood tepatnya di Desa Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabuopaten siak. pada tahun 2012 silam. Dalam amar putusan Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura tertanggal 10 Juni 2014 Nomor: 40/PID.B/2014/PN SIAK menyartakan terdakwa I. ALFIAN, terdakwa II. RAMOT MANALU dan terdakwa III. MORLAN SIMANJUNTAK tealh terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dan menjatuhkan Pidana Penjara terhadap terdakwa masing-masing selama 3 (tga ) bulan.

Menimbang bahwa Putusan Pengadilan Negeri Siak kurang memberi efek jera dan tidak memenuhi rasa keadailan terhadap para terdakwa, Penuntut Umum mengajukan permintaan banding ke pe ngadilan Negri siak pada tanggal 12 Juni 2014 dengan Akta Permintaan Banding Nomor 09/Akta Pid/2014/PN/SIAK. Gayung bersambut, PT (Pengadilan Tinggi) Pekanbaru No: 186/PID.B/2014/PT.PBR, memutuskan ke tiga terdakwa masing-masing terdakwa I. ALFIAN, terdakwa II. RAMOT MANALU dan terdakwa III. MORLAN SIMANJUNTAK masing-masing dijatuhi pidana penjara 8 (delapan bulan) dan menetapkan masa penangkapan dan masa penahan yang telah dijalanai para terdakwa.

Namun putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru dan diperkuat dengan Putusan Mahkamah Agung RI No : 424 K / PID / 2016, ternyata para terdakwa tidak menjalaninya. Sisa hukuman lima bulan lebih yang seharusnya dijalani para terpidana diabaikan Kejaksaan Negeri Siak , hingga saat ini bertahun-tahun lamanya ketiga terpidana tidak eksekusi bebas melenggang menghirup udara segar.

Terkait kasus terpidana Morlan Simanjuntak CS yang sampai saat ini tidak dilakukan dieksekusi, Humas Pengadilan Tinggi Pekanbaru Made Sutrisna, SH, angkat bicara. Menurut Made Sutrisna kepada wartawan, Pasca putusan MA tersebut maka otomatis yang berlaku adalah putusan terakhir yaitu putusan pengadilan Tinggi. “Kasus tersebut sudah Inkrah, maka ketiga terdakwa harus ditahan oleh Jaksa. Karena putusannya yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” kata Made seperti yang dilansir realitaonline.com, Kamis (20/6/2019) siang di Gedung PT Pekanbaru, Jalan. Jend. Sudirman Pekanbaru.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Siak, Herry Hermanus Horo via whatsApp (WA) kepada wartawan menyampaikan , trimakasih atas infonya. kami sedang menelusuri kronologis perkara dimaksud di kejaksaan negeri Siak. untuk segera menindaklajuti informasi tersebut, jawabnya
Lebih lanjut disampaikan Kejari Siak, kami upayakan secepatnya dan apabila salinan putusan sudah dapat kami temukan. kami lakukan eksekusi pada kesempatan pertama, saya berharap tidak lebih dari minggu depan, tegasnya.

 

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.