Pendidikan dan Teknologi

Kadispen Lamban, terkesan Perburuk Citra Pemda, Bupati Akan Evaluasi Ka.OPD Tidak Bertanggung Jawab

Kisruh citra pemerintah didinas pendidikan Nias Utara yang dipimpin oleh Foloo Harefa sebagai kadis. Memperburuk citra pemerintah,
GBD yang justru bagian dari visi misi bupati melenceng dari konsep penerapan kadis pendidikan selaku bagian dari roda pemerintah era M. Ingati Nazara.

Berbanding terbalik visi misi tersebut dengan menegaskan bahwa pengangkatan GBD tersebut urusan Bupati, maka Gaji kalian Perlu penagihan langsung kepada bupatinya, bukan melalui dinas pendidikan, ungkap narasumber saat menjelaskan ke awak media.

GBD yang Notabenenya juga telah menjadi visi misi bupati tingkat PAUD (pendidikan Anak Usia Dini) yang telah direkrut ,kadis pendidikan gotot dan mengklaim tidak menjadi beban pemda, bahkan menyuruh GBD tersebut untuk menagih bupati, seolah tidak bertanggung jawab atas tupoksi nya selaku pelaksana fungsional bupati diinstasi tersebut,

Hal lain yang sangat memperburuk citra pemerintah pada instansi dinas pendidikan adalah sulitnya masyarakat mendapatkan pengurusan surat surat yang berkaitan didispen, bila kadis dinas luar, maka segala urusan surat surat ikut terkendala menunggu kembalinya kadis,
Ungkap beberapa masyarakat kepada media yang sedang menunggu datangnya kadis dikantor.

Bupati Nias Utara, M. Ingati Nazara menyikapi hal demikian adalah hal yang cukup mengecewakan ,saya tegaskan. Bahwa siapapun kepala OPD yang tidak bisa menjalankan tugas dan tanggungjawabnya serta tidak mampu mengatasi keluhan rakyat bahkan semakin memperburuk citra pemerintah, maka saya tidak segan-segan Mengevaluasi ,ini akan menjadi agenda penting, ungkap bupati sambil memanggil sekda dan BKD serta inspektorat.

Ditempat berbeda, beberapa kepala sekolah justru jengkel melihat kepemimpinan Foloo Harefa, adanya intervensi pembelian pengadaan salah satu kebutuhan sekolah yang dihunjuk, bila tidak maka beliau marah,
Kosongnya kegiatan PKBM dan kegiatan Paud, padahal anggaran sudah tersedia,
Ada banyak program pemerintah yang diagendakan bahkan telah ada anggaran, namun kadis pendidikan tidak bisa meneruskan serta tidak bisa mewujudnyatakan,
Seharusnya bupati nias utara segera mengevaluasi kadisnya, dan berharap menempatkan orang orang yang cukup bersinergi pada visi misi. Ungkap beberapa kasek.

Ditempat berbeda juga beberapa GBD yang diangkat, mengungkap kekesalannya atas sikap kadis pendidikan, setiap pemberkasan ada sebuah deal-deal agar mudah terproses terdata, melalui pihak pihak kadis yang menangani berkas, bila tidak maka dapat gagal melanjut sebagai honor, dengan mempersulit berkas ,banyak tidak lengkap dan alasan tidak memenuhi syarat standar ketentuan.

Ditambah lagi kekecewaan yang hampir 5 bulan honor GBD belum dicairkan, tuntutan mengajar wajib bayar hanya sesuai jadwal les, padahal ketetapan gaji sudah diatur setiap bulannya bagi honor GBD. Kenapa kadis pendidikan bertindak tidak konsisten menjalankan program bupati.?

Ditambahkannya lagi, beberapa GBD yang diangkat, ada nya pengecualian bagi peserta yang sudah dekat dan selaras dengan keinginan kadis tanpa memandang lagi pemenuhan berkasdan syarat.ungkap beberapa GBD.

Tokoh Pemerhati Pendidikan Kabupaten Nias Utara., Nius zega juga Mengharapkan bupati Nias Utara segera Copot dan Evaluasi Kadis pendidikan, menempatkan Orang yang mampu mengiplementasikan program pemerintah dinias utara dibidang pendidikan. Jangan sampai nias utara menerima ketertinggalan dikabupaten/kota tetangga, nias utara pasti lebih baik. Harap nius zega.. (red)

Previous ArticleNext Article