Umum

“Kapolres Subang dan Jajarannya Dilaporkan ke Propam Mabes Polri,

Haksuara.com,27/02/2019 – Jajaran Polres Subang dilaporkan ke Propam Mabes Polri atas dugaan ketidakprofesionalan dalam menangani suatu kasus di daerah setempat.

Pelapor Manotar Tampubolon mengatakan pihaknya melaporkan Kapolres dan jajarannya berdasarkan dugaan pelanggaran kode etik Polri, terkait perampasan barang, penganiyaan dan dugaan kriminalisasi oleh penyidik di Polres Subang, Jawa Barat.

“Kami melaporkan aparat dari Polres Subang mulai dari Kapolres, kasat Reskrim, kanit Reskrim, beserta 16 orang anggotanya yang diduga melakukan pelanggaran kode etik Polri ke Propram Mabes Polri,” kata Manotar di Cawang, Jakarta Timur, Rabu (27/2/2019).

Manotar melanjutkan,” Kami minta, ke bapak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk, copot kasat Reskrim Polres subang, ini bukan tindakan manusiawi, ini ala-ala PKI. Kami minta ke Kapolri, agar melakukan tindakan yang tegas di Polres Subang,” ujarnya.

Manotar kembali menjelaskan, jika kliennya menjadi korban salah tangkap. Kini, pria yang bernama Hilman Nainggolan diduga menjadi pelaku perampokan Alfamart di Subang. Hilman pun sudah dua bulan mendekam di tahanan dan tidak kunjung rampung kasusnya.

“Klien kami tidak mengetahui apa yang dituduhkan kepadanya. Namun akhirnya mengakui karena para terlapor (Kasat Reskrim Polres Subang dan jajaran) mengancam akan menangkap semua saudara dan istri jika tidak mengaku,” jelasnya.

Manotar pun sempat bertemu dengan salah satu tersangka yang betul-betul melakukan perampokan Alfamart. Usut punya usut, pelaku bermarga sama dengan kliennya. Kemudian, tanpa alasan yang jelas, polisi diduga melakukan penangkapan tanpa memberitahukan kepada pihak keluarga.

“Jadi mereka melakukan penangkapan karena marganya sama. Tidak pernah ke Subang, tapi diduga melakukan pembobolan Alfamart di Subang. Ada tindak perampasan emas pribadi juga yang diduga diambil oleh polisi. Emas 30 gram diambil tanpa kejelasan sampai sekarang, “katanya

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.