oleh

Kejari Siak Diduga Abaikan Putusan MA , 3 Orang Terpidana Bebas Melenggang

-Tak Berkategori-2 views

PEKAN BARU,Hak suara.Pekanbaru – Bertahun-tahun Putusan Mahkamah Agung terkesan diabaikan oleh  KeJaksaan Negeri Siak, tiga terpidana kasus pencurian besi milik eks PT. Pertiwi Prima Plywood seolah kebal hukum dan  bebas berkeliaran karena tidak  dieksekusi sementara  putusan kasus pencurian tersebut  sudah Inkrah .

Ketika terdakwa yang berseteruh dengan PT. Tropical Asiater jadi pada tahun 2012 lalu masing-masing Alfian, Ramot Manalu, Morlan Simanjuntak dalam perkara dugaan kasus pencurian besi sebanyak 2,8 ton di lokasi eks PT. Pertiwi Prima Plywood tepatnya di Desa Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabupaten siak. pada tahun 2012 silam.
Dalam amar putusan Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura tertanggal 10 Juni 2014 Nomor: 40/PID.B/2014/PN SIAK menyartakan terdakwa I. ALFIAN, terdakwa II. RAMOT MANALU dan terdakwa III. MORLAN SIMANJUNTAK telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pencurian  dan menjatuhkan Pidana Penjara terhadap terdakwa masing-masing selama 3 (tga ) bulan.

Menimbang bahwa Putusan Pengadilan Negeri Siak kurang memberi efek jera dan tidak memenuhi rasa keadilan terhadap para terdakwa, Penuntut Umum mengajukan permintaan banding ke pe ngadilan Negri siak pada tanggal 12 Juni 2014 dengan Akta Permintaan Banding Nomor 09/Akta Pid/2014/PN/SIAK.

Gayung bersambut, PT (Pengadilan Tinggi) Pekanbaru No: 186/PID.B/2014/PT.PBR, memutuskan ke tiga terdakwa masing-masing terdakwa I. ALFIAN, terdakwa II. RAMOT MANALU dan terdakwa III. MORLAN SIMANJUNTAK masing-masing dijatuhi pidana penjara 8 (delapan bulan) dan menetapkan masa penangkapan dipotong dari masa penahanan yang telah dijalanai para terdakwa.

Namun putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru dan diperkuat dengan Putusan Mahkamah Agung RI No : 424 K / PID / 2016, ternyata para terdakwa tidak menjalaninya.

Sisa hukuman lima bulan lebih yang seharusnya dijalani para terpidana diabaikan Kejaksaan Negeri Siak , hingga saat ini bertahun-tahun lamanya ketiga terpidana tidak eksekusi bebas melenggang menghirup udara segar.

Terkait kasus terpidana Morlan Simanjuntak CS yang sampai saat ini tidak dilakukan dieksekusi, Humas Pengadilan Tinggi Pekanbaru Made Sutrisna, SH, angkat bicara. Menurut Made Sutrisna kepada wartawan, Pasca putusan MA tersebut maka otomatis yang berlaku adalah putusan terakhir yaitu putusan pengadilan Tinggi. “Kasus tersebut sudah Inkrah, maka ketiga terdakwa harus ditahan oleh Jaksa. Karena putusannya yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” kata Made seperti yang dilansir realitaonline.com, Kamis (20/6/2019) siang di Gedung PT Pekanbaru, Jalan. Jend. Sudirman Pekanbaru.

Kepala Kejaksaan Negeri Siak, Herry Hermanus Horo via whatsApp (WA) kepada wartawan menyampaikan , terimakasih atas infonya. kami sedang menelusuri kronologis perkara dimaksud di kejaksaan negeri Siak. untuk segera menindaklajuti informasi tersebut, jawanya

LBH Surati Jaswas Kejagung
Semenatara itu Ketua Umum LBH Bela Rakyat Nusantara (Bernas) Sefianus Zai, SH, menyoroti keras sikap Kejaksaan Negeri Siak yang belum mengeksekusi para terdakwa.

“Kita sangat menyayangkan profesionalitas Jaksa dalam kasus ini, mengapa tidak dilakukan eksekusi, Padahal putusan MA diatas sudah menjadi dasar eksekusi dan  kepada tiga terpidana mesti dimasukan penjara . Untuk itu LBH Bernas mendesak Kejaksaan Negeri Siak untuk segera melakukan penahanan bagi ketiga terdakwa. Ini demi rasa keadilan masyarakat,” kata Sefianus Zai diujung telepon kepada media ini Kamis.

Dibagian lain, LBH Bernas mengaku dalam minggu ini akan menyurati pihak Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas). ”Seraya kita mendesak penahanan, LHB Bernas kita minggu ini akan melayangkan surat ke Jamwas Kejagung Pusat. Berharap nantinya bisa terungkap apa motif pihak kejaksaan negeri siak belum dilakukannya penahanan pasca putusan MA pada tahun 2016 silam itu,” pungkas Sefianus Zai, SH.