Ketua JOIN Jeneponto : Media Mainstream tidak akan Mati Gara-Gara Media Sosial

    JENEPONTO, HAK SUARA.COM — Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Jeneponto Arifuddin Lau meyakini media mainstream atau arus utama seperti koran (media cetak) dan elektronik (radio dan televisi) tidak akan mati gara-gara media sosial.

    Ia menyampaikan hal tersebut saat membawa materi Pelatihan Dasar-Dasar Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Humas Pemkab Jeneponto, di Ruang Pola Panrangnuanta Kantor Bupati Jeneponto, Rabu (04/08/2019).

    “Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media mainstream apakah cetak atau elektronik itu tinggi, maka saya meyakini media mainstream tidak akan mati gara-gara media sosial,” katanya.

    Arifuddin mengatakan media mainstream mementingkan kebenaran dan keakurasian daripada kecepatan, sedangkan medsos mementingkan kecepatan daripada keakurasian.

    Ia menuturkan di dunia media sosial kecepatan itu nomor satu, bahkan karena mendewakan kecepatan mereka menomorduakan keakurasian.

    Ditambahkannya, kepercayaan masyarakat terhadap media nasional Indonesia bagus, menduduki nomor dua setelah Tiongkok dan nomor tiga India.

    Ia mengatakan saat ini hoax yang beredar mengenai seolah-olah ada kriminalisasi terhadap kiai, ustaz, kemudian ada yang meninggal dan Polri sudah menangkap dan ternyata pelakunya tidak waras.

    “Modusnya makin banyak orang membuat akun kemudian dilempar isinya fitnah, padahal kemampuan masyarakat kita atau literasinya memilah mana yang benar itu masih harus selalau ditingkatkan, tidak seperti masyarakat maju yang lain,” katanya.

    Pelatihan dasar-dasar jurnalistik ini dibuka oleh Wakil Bupati Jeneponto Paris Yasir. Sementara peserta adalah utusan perwakilan dari OPD yang ada di Jeneponto sebanyak 50 orang.

    Sementara Ketua Panitia Pelaksana Syarifuddin Lagu yang juga Kabag Humas Pemkab Jeneponto melaporkan, bahwa kegiatan ini bertujuan agar utusan yang telah mengikuti pelatihan jurnalistik ini mampu membuat berita terkait kegiatan yang di instansinya, kemudian mempublikasikannya ke humas, selanjutnya akan di muat di media cetak dan online, pungkasnya. (Lau)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here