Umum

Kisah Nyata Perjuangan Untuk Hidup Dalam Melawan Maut

Berjuang tanpa batas dan tak pernah berhenti untuk melawan kematian dan berusaha untuk hidup, kalimat terbebut dapat di semayatkan kepada seseorang yang bernama Mesmadhin halawa umur 32 tahun lahir di Hiliuso, Kec. Lolofitu Moi.
Ini kisah nyata yang terjadi bukan sekedar khayalan dan apalagi karangan.

Tahun 2008 yang lalu, dia mengalami kecelakaan berat yaitu truk Fuso (tabrak lari dan tidak diketahui pengemudinya) menabrak motor yang sedang dikendarai oleh saudara Madin alias Mesmadin Halawa, kecelakaan tersebut terjadi di Miga Nias tengah- Kot.Gunung Sitoli (Sumut), sehingga membuat pinggangnya sobek dan tulang kakinya bergeser dan dilarikan ke RSUD Gunung Sitoli – Nias, waktu keluarga dan kerabat yang melihatnya sudah pasrah dan menyimpulkan bahwa dia tidak akan selamat, bahkan dokter juga mevonis dengan hal yang sama, namun ke ajaiban yang tak pernah di duga terjadi keesokan harinya korban tabrakan tersebut siuman, dan semua yang ada di saat itu terheran – heran.
Dan akhirnya dokter melakukan operasi hingga Madin alias Mesmadin Halawa dinyatakan sudah bisa kembali ke rumah meskipun dengan cacat fisik (pincang), rasa syukur keluarga itu terlihat, dan memuliakan sang Pencipta atas keajabaiban tersebut.

11 tahun kemudian, pas dibulan Maret tahun 2019, Mesmadin Halawa dilarikan kembali ke  RSUP Persahabatan- Jaktim, berhubung tidak bisa mengeluarkan air kemih (kecil), dan cobaan tidak hanya sampai disitu, setelah di lakukan penangangan berhubung tidak memiliki BPJS, Mesmadin Halawa harus membayarkan biaya pengobatan 12.500.000 selama rawat inap 3 hari, dan setelah itu di suruh pulang dengan posisi bawa kateter atau selang (tempat pembuangan air kecil), dan setelah itu berhubung rumah sakit persahabatan terlalu jauh, maka dia memilih untuk tindakan selanjutnya di RSUD Pasar Minggu- Jaksel, dan setiap kali kateternya mampet harus ke IGD untuk dilakukan penanganan dan berhubung keseringan bolak balik Rumah Sakit akhinya kateter copot dan di Operasi atau pasang kembali dengan katerter baru di posisi yang berbeda, dan yang membuatnya lama karena setiap kali kateter copot maka harus di jadwal ulang mulai dari awal untuk melakukan operasi besar ( agar bisa normal kembali ) dan dalam proses rawat jalan kembali terjadi hal yang sama kateter copot. Hal itu dilakukan sebanyak 3 kali (operasi pemasangan selang di posisi yang berbeda).

Kemudian salah satu dokter Urologi yang bernama Dr.Haris menyarankan untuk minta Rujukan RSUP Fatmawati. Singkat cerita setelah dilakukan pendaftaran dan mendapatkan jadwal hingga saat ini ( tanggal 14 Mei 2019) berjalan dengan lancar, Mesmadhin Halawa kabar pengenai tahap kontrol sudah sampai tahap kontrol Rongent, Laboratorium, Poli Penyakit Dalam dan juga Anastesi dan dikabarkan setelah lebaran akan dilakuakan operasi besar (agar bisa mengeluarkan air kecil dengan normal.

 

 

 

Sampai saat ini dia masih bisa tersenyum dan bersyukur.

Akhir kata penulis mengucapkan semoga tulisan ini dapat membuat saudara semua terinpirasi dengan kisah ini. Terimakasih

 

 

Deskripsi :

Hidup ini ibarat tuch piano ada yang putih dan ada yang hitam.Yang putih adalah suka dan hitam adalah duka.Karena perpaduan antara putih dan hitam,suka dan duka maka menghasilkan alunan lagu yg sgt indah,itulah kedua warna kehidupan yang harus kita jalani.

 

 

Previous ArticleNext Article

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.