serba serbi

Kota Sungguminasa Sudah Mulai “Gersan “.


 

Gowa,Sulsel,(haksuara.com)
Masyarakat pada bertanya,mengapa pohon yang berfungsi sebagai pelindung dari sengatan matahari yang berada ditepi jalan pada ditebang,ada apa..??.

Ternyata setelah diamati gambar yang terpampang dipinggir jalan masyarakat baru tahu bahwa ternyata akan dirubah menjadi pedestrian untuk pejalan kaki,lalu bagamana bentuk dan model pedestrian itu,apakah lebih baik dari pada model yang sebelumnya yang pernah ada dan sudah dibongkar ?.

Memang ada benarnya jika pemerintah Kab.Gowa gencar melakukan perubahan infrastruktur khususnya dalam kota Sungguminasa,mulai pembangunan,lapangan Syech Yusuf Discovery yang kini pembangunannya sudah berjalan dua tahun,kini disusul lagi pembangunan pedestrian yang meliputi,jalan Sultan Hasanuddin,jalan Tumanurung Raya,dan jalan Mesjid Raya yang dimulai bulan Juni 2019 lalu,dengan membongkar trotoar yang masih utuh dan bagus,serta menebang ratusan pohon dari berbagai jenis pada kedua sisi jalan,padahal pohon dan trotoar tersebut menggunakan anggaran yang tidak sedikit jumlahnya pada saat di bangun.

Proyek Pedestrian yang dibangun saat ini juga menggunakan anggaran yang cukup besar yakni lebih dari Rp.24,6 milyar yang berasal dari APBD Kab.Gowa.

Dengan berbagai tanggapan akan hal itu mulai bermunculan dari kalangan ,maka pihak yang berkopoten dalam hal ini,Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Gowa,mengundang beberapa elemen,diantaranya,akademisi,LSM,Wartawan media cetak dan on line,serta pemerhati Lingkungan hidup,dan Walhi,tujuannya adalah mensosialisasikan pembangunan pedestrian yang saat ini sementara berjalan pada Jumat,19/7/2019 lalu,yang berlangsung diruang rapat Dinas PUPR Gowa lantai dua.
Dari pertemuan tersebut dibahas beberapa agenda diantaranya soal pohon yang ada dan tumbuh harus di tebang tanpa sisa.Kadis PUPR Gowa,HM.Mundoap, dalam sambutannya,mengatakan.

” memang harus kita akui bahwa pembangunan pedestrian ini memang problematis karena harus menebang banyak pohon yang selama ini pohon tersebut di gunakan sebagai pelindung,akan tetapi juga sudah banyak pohon yang usianya sudah tua pasti ditebang karena dapat menimbulkan petaka kalau pohon itu tumbang dan menimpa orang disaat musim hujan,”jelasnya.belum lama ini.

Sementara Kadis Lingkungan Hidup Gowa,Marzuki,berharap agar tidak semua pohon harus ditebang,kalau memungkinkan pohon yang masih bisa dipindahkan saja ke taman PKK dan ditempat lain.

” kalau bisa jangan di tebang semua dipindahkan saja ke Taman PKK ,Taman pendidikan, Ruang Terbuka Hijau (RTH)atau ketempat lain agar lingkungan hidup tetap terjaga dengan baik,” katanya berharap.
Sementara,Ketua LSM

Pemantik,Saidiman,mengatakan,” sangat menyesalkan pembangunan pedestrian ini yang banyak merugikan masyarakat,karen a dianggap pemborosan anggaran,kenapa anggaran tersebut digunakan ditempat yang masih layak digunakan padahal masih banyak infrastruktur yang sama sekali belum tersentuh khusus di kota Sungguminasa ini,” ungkap Saidiman yang biasa disapa Dg.Lawa.

Begitu pula saat LSM Pemantik menemui PPK proyek ini,Daniel dari Bidang Cipta Karya,saat ditanyakan tentang Amdalnya,mengatakan.

“saya tidak tahu apa amdalnya ada atau tidak.”kata Daniel kepada Saidiman,saat Saidiman ditanya waratawan Moralitas yang menirukan perkataan Daniel belum lama ini..(****/


Previous ArticleNext Article

2 Comments

  1. I just want to tell you that I’m beginner to blogs and really loved this web page. Very likely I’m want to bookmark your blog . You really have incredible well written articles. Thank you for sharing your web site.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.