Ekonomi dan Bisnis

Kue Lampet Kukus Makanan Tradisional Buatan Balige

Balige-Hak Suara. Makanan tradisional memang memiliki cita rasa dan keunikan tersendiri dari rasa dan bentuknya.

Salah satu contoh, Kue Lampet adalah Salah satu kuliner tradisional khas buatan Balige, kabupaten Toba Samosir, yang harus tetap dilestarikan. Karena Kue Lampet ini ada sejak ratusan tahun yang lalu. kue ini enak dinikmati saat hangat sambil ditemani secangkir teh manis ataupun kopi dipagi hari.

Hampir semua orang batak mengenal dan mungkin pernah mencicipi rasa manisnya kue lampet kukus.

Lampet kukus yang berasal dari Balige agak mirip dengan lampet Ombus-ombus dari Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara. Yang membedakan hanya rasa, kekenyalan dan kelembutan adonan kue lampet kukus.

Kita bisa menikmati cita rasa kue lampet kukus di Balige setiap hari mulai pagi jam 06.00-10.00 Wib. Khusus untuk hari Jumat, kue lampet dijual sampai sore hari. Tempatnya di pintu masuk pasar tradisional Balige, arah jalan lintas sumatera. Kita juga bisa membeli kue lampet dari pedagang keliling sekitar jam 06.00-08.00 Wib setiap pagi di seputaran Balige.

Aneka jenis kue lampet yang dijual beraneka ragam, bentuk dan rasa seperti halnya Lampet pulut (ketan-red) isi gula merah, lampet pohul-pohul, lampet Ombus-ombus, lampet gabur-gabur yang semuanya terbuat dari tepung beras, gula merah, gula putih dan kelapa yg diparut.

Satu biji kue lampet kukus harganya seribu rupiah. Untuk semua jenis kue lampet ini di masak dengan cara di kukus selama satu jam tiga puluh menit.

Menurut penuturan Dumastiur Siburian pedagang kue Lampet kukus di Balige mengatakan dalam sehari ia bisa menjual 2-3 kukusan, tergantung permintaan pelanggan. Dalam satu kukusan isinya 250 biji.

“Saat membuat dan memasak kue lampet, kita harus menjaga ke bersihan adonan dan harus tetap mempertahankan rasa agar selalu diminati pelanggan” ujar Dumastiur Siburian saat berjualan kue lampet dipintu masuk pasar tradisional Balige Selasa, tgl 14/5/2019.

“Kita juga melayani pesanan untuk acara-acara pesta ada batak. sementara bakat membuat dan menjual lampet kukus di turunkan oleh mertuaku” kata Dumastiur Siburian menambahkan.

Berbagai cara juga dibuat pemerintah Kabupaten Toba Samosir untuk mengangkat dan memperkenalkan kuliner tradisional khas Toba kepada khalayak ramai. Mulai dari menghidangkan kuliner tradisional untuk para tamu kehormatan saat melakukan kunjungan kerja di daerah Toba Samosir sampai kegiatan-kegiatan HUT Tobasa, Karnaval pesona danau Toba dan perayaan Natal okumene, kue lampet ini selalu ada sebagai makanan pendamping. (Denythia)

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.