Budaya dan Wisata

Lomba Layang-layang Daun Lontara di Jeneponto, Berikut Juara Favorit


Hak Suara Jeneponto -Amiruddin Daeng Tinggi Warga Bontoloe Desa Palajau Kecamatan Arungkeke raih hadiah uang sebanyak 5 juta rupiah setelah menjuarai lomba layang-layang unik dari daun lontara.

Daeng Tinggi keluar sebagai juara I setelah menyingkirkan 90 peserta lainnya dengan meraih nilai 280.

Layang-layang yang dimainkan oleh Daeng Tinggi mampu menarik perhatian para juri yang menilai  kriteria yakni, keunikan, suara dan ketenangan dan keunikan peserta.

Sedangkan Juara II diraih oleh Alimuddin Situju yang juga warga Kecamatan Arungkeke  meraih nilai 267 dengan mendapatkan hadiah uang RP 3 juta dan juara III Anshar Warga Jalan Kelara Kelurahan Empoang dengan nilai 257 mendapatkan hadiah sebanyak Rp 2 juta.

“Alhamdulillah, saya mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba ini selama kurang lebih 1 bulan lalu, yang saya mulai dengan membuat layang-layang,” kata Daeng Tinggi.

Daeng Tinggi mengaku membuat layang-layang dari daun lontara sebanyak 17,” saya buat 17 layang-layang, lalu saya coba satu persatu, yang paling bagus saya pakai ikut lomba, Alhamdulillah dapat juara 1,” ungkapnya.

Selain juara I,II dan III, pada Lomba layang-layang yang dilaksanakan oleh Kodim 1425 Jeneponto juga memberikan hadiah kepada juara favorit layang-layang ternyaring dan Favorit keunikan layang-layang.

Dua juara favorit diraih oleh, Juara favorit layang-layang terunik diraih H Tompo Warga Ganrang-Ganrang Kelurahan Bontoa Kecamatan Binamu dan juara Favorit layang-layang ternyaring suaranya diraih Haidir Warga Kelurahan Balang Toa Kecamatan Binamu, yang masing-masing mendapatkan Rp 2 juta.

Dandim 1425 Jeneponto Letkol Inf Irfan Amir saat menutup lomba layang-layang mengucapkan terima kasih kepada semua peserta Lomba layang-layang.

“Terima kasih banyak atas partisipasinya dalam memeriahkan lomba layang-layang yang baru pertama kali dilaksanakan di Jeneponto,” ucapnya.

Irfan Amir mengharapkan, dengan momen kegiatan untuk mengembangkan kearifan lokal Jeneponto ini, masyarakat dapat lebih kreatif memunculkan hasil karya yang terbuat dari daun lontara.

“Semoga masyarakat Jeneponto untuk lebih kreatif dalam menciptakan kreasi tradisional khas Jeneponto untuk meningkatkan ekonomi kreatif dengan kesejahteraan hidup masyarakat Butta Turatea, pohon lontara ini merupakan pohon yang unik, dari akar sampai kedaunnya dapat digunakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Ari)

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.