oleh

Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin Marah Jika Pemerintah Paksa Rakyat Untuk Vaksin Covid_19

-DKI JAKARTA-137 views

Haksuara.com  –  DKI Jakarta – Dikutip dari Porosnusantara.co.id, Persoalan polemik sertifikat vaksin di masa pandemi covid-19, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin angkat bicara. Eks petinggi Kopassus ini menyebut masyarakat menolak vaksin adalah bukan pelanggaran dan tidak ada unsur pidana apapun. Dia justru menyinggung Pemerintah atau individu pejabatlah yang harusnya dikenakan sanksi pidana dengan memaksa rakyatnya untuk di vaksin. Hal itu dikatakan Tatang Zaenudin melalui pesan suara berdurasi 6.23 menit yang disampaikan ke ketua Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia siang tadi (5/7/2021).

Dia juga menyinggung pemerintah soal masyarakat yang meninggal setelah divaksin. Melalui kritikanya, Tatang menilai pemerintah tidak ada tanggungjawabnya terkait hal itu. “Rumah sakit berebut mencari masyarakat yang terpapar covid, tapi yang terjadi seperti apa? Pemerintah seakan-akan melepas tanggungjawab,” ucap Tatang.

Sebagai dewan pembina Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin mengkritisi pemerintah sebagai bentuk realita di lapangan dan banyaknya aduan serta maraknya pemberlakukan pemerintah yang menyimpang dari amanah UUD ’45.

Sebagai orang yang memiliki disiplin militer tinggi dan penuh wawasan ini, Tatang juga menyampaikan soal huhungan PCR dan Swab Antigen dengan kesembuhan pasien yang terpapar covid. Dia mengatakan apakah covid-19 itu ada? Menurutnya hanya sekian persen orang yang menyatakan covid itu ada. “Ya mungkin covid ada, karena buktinya sudah ratusan bahkan ribuan orang yang mati, karena itu di covidkan,” ungkapnya.

Tatang mengulas Negara +62 (Indonesia) yang dulunya Nol Persen dari covid, bahkan yang menyebar informasi covid kala itu ditangkap. Namun periode 2 tahun kebelakang di rezim Jokowi ini, Indonesia memegang rekor dunia dengan manusia terpapar covid per satu hari tertinggi di dunia. “Saya bangga pada ucapan-ucapan pimpinan Negara kita saat ini yang selalu berbohong. Yang saya kuatirkan saat ini adalah bagaimana nasib rakyat Indonesia yang tidak mempunyai kemampuan, mereka dipaksa untuk vaksin, mereka ditekan dan mereka diancam jika tak di vaksin maka akan dipersulit segala sesuatunya,” jelas Tatang.

Tatang meminta pemerintah harusnya lebih menjaga kedaulatan rakyat.

by Johan Sopaheluwakan