SERBA SERBI

Menambahkan Energi Baru Dalam Gerak Pelayanan BNKP Jemaat Tangerang

Tangerang, HAK SUARA
Merespon slogan yang dikumandangkan pada Persidangan Majelis Sinode BNKP Tahun 2015 di Padang, Sumatera Barat, segenap komponen di Banua Niha Keriso Protestan ( BNKP ) Jemaat Tangerang terpacu untuk mencari “Talifusö” di Tanah Rantau dan mengajak mereka bersekutu dalam pelayanan di Rumah Tuhan. Salah satu wujud nyata dari semangat ini terwujud lewat terbentuknya Tim Pengkajian dan Pengembangan Pos Pelayanan. Selain itu, perluasan bentuk dan gerak layanan Diakonia juga turut disemangati oleh slogan ini.
Tangerang memang salah satu daerah tujuan perantauan suku Nias, dimana diperkirakan saat ini populasi suku Nias di Tangerang belasan ribu jiwa. Pertanyaanya kemudian ialah: adakah mereka tetap beribadah di rumah Tuhan dan menerima pelayanan dari Gereja? Maka tidak salah bila “U’alui dalifusögu” kemudian menjadi penting dalam gerak pelayanan. Dalam semangat ini, Pos Pelayanan Eben-Haezer, Sepatan telah menjadi Jemaat Dewasa/Mandiri (tinggal menunggu waktu peresmian dan pengukuhan para pelayan).
Perlahan tapi pasti, gerak yang disemangati oleh “u’alui dalifusögu” memacu Tim Pengkajian dan Pengembangan Pos Pelayanan dengan dukungan penuh paguyuban CLP (beberapa tokoh CLP yang adalah warga dan pelayan di BNKP Jemaat Tangerang terinspirasi semangat “u’alui dalifusögu” dimana kemudian menginisiasi upaya mengumpulkan Ono Niha yang belum terjangkau dalam pelayanan), tengah mempersiapkan berdirinya Pos Pelayanan yang baru.
Di Jemaat Tangerang sendiri, yang biasa menyelenggarakan Ibadah Pukul 09.00 di wilayah Kelurahan Nusa Jaya, Karawaci, Kota-Tangerang jumlah warga jemaat terdaftar sudah lebih dari seribu jiwa.
Pdt. Eka Telaumbanua (demikian beliau akrab disapa) menuturkan bahwa tempat yang saat ini digunakan untuk beribadah, daya tampungnya tidak cukup. Kita butuh ( gedung gereja ) yang besar, dengan kapasitas minimal dua ribu orang (2.000 Orang). Tempat yang ada saat ini (meski baru selesai direnovasi dan diperbesar, hanya mampu memuat empat ratus orang (400 orang), sedangkan setiap minggu warga jemaat yg datang beribadah bisa mencapai lima ratus orang (500 orang), tutur Pendeta Jemaat yang memiliki nama lengkap Pdt. Elkarya Christian Telaumbanua. M.A., M.Th (atau Pak Ama Jonathan) ini.
Tidak mudah mewujudkannya, karena selain memikirkan lokasi, juga ada masalah klasik berkenaan dengan perizinan. Hal ini adalah tantangan tersendiri, timpal Pak Pendeta menambahkan. Apa gunanya kita membeli tanah jika tidak memenuhi standar kebutuhan kita, apalagi jika tidak bisa mendapatkan izin. Namun, Pak Pendeta tetap optimis: Kalau Tuhan berkehendak, tidak ada yang bisa menghalangi, sebaliknya kalau Tuhan tidak berkehendak, apapun yang diupayakan pasti tidak berhasil. Bisa saja Tuhan menghendaki tempat lain, atau di waktu yang lain, atau lewat orang lain (belajar dari Daud yang ingin membangun Bait Suci, namun Tuhan tidak berkehendak, di masa anaknya Salomo barulah semua terwujud)
Di akhir penuturannya, Pendeta yang berulang tahun di bulan April ini menambahkan bahwa ada hari (Kamis) yang khusus disediakan untuk melayani Jemaat yang membutuhkan bimbingan, layanan Doa dan percakapan pribadi dengan hamba Tuhan/Pelayan di BNKP Jemaat Tangerang. Hanya tentunya, agar jadwalnya tidak saling bertabrakan, maka bagi yang membutuhkan bisa mendaftar melalui telpon di nomor HP 081333080699/ atau PSTN 021-55724403.Ya’ahowu

Previous ArticleNext Article