Politik dan Pembangunan

MK Kerjasama Dewan Pers Gelar Peningkatan Pemahaman HKWN Wartawan se-Indonesia

Bogor,Hak Suara-Dalam rangka revitalisasi,reaktualisasi dan reinternalisasi implementasi nilai Pancasila  dan UUD Negara Kesatuan 45 serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat, khususnya  wartawan, Kepaniteraan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK) kerjasama Dewan Pers laksanakan  Peningkatan Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara (HKWN) bagi wartawan media massa se-Indonesia.

Objek kajian peningkatan pengetahuan, terutama terkait Hukum Acara,mekanisme dan tahapan penyelesaian  perkara perselisihan hasil Pemilihan Umum tahun 2019 di MK.

Hal tersebut tertuang dalam surat undangan Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo bernomor: 224/DP/K/4/2019 yang dilayangkan ke-160 media cetak dan elektronik/online se-Indonesia.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung, Senin 22 April hingga 25 April di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi
Mahkamah Konstitusi, Jalan Raya Puncak Km-83 Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Terkait rencana kegiatan HKWN di Bogor tersebut, peserta dari berbagai provinsi , dijadwalkan mulai tiba Minggu (21/4/2019) di Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusumah.

Selanjutnya, melalui grup WA yang  dibentuk ibu Deri dari Dewan Pers, para jurnalis itu janjian ketemu di Bandara, selanjutnya akan barengan naik Bus Damri menuju Bogor.

”Kita ketemu di Bandara Soekarno Hatta yah, lalu barengan teman sejawat dari berbagai provinsi menuju Bogor,”  kata,  jurnalis Kabar Medan.com, Ardi Banto dan Suhardiman.

Mengutip informasi percakapan di grup WA peserta HKWN terkait daftar list, peserta yang rencana tiba di Pusdik
MK, Minggu (21/4/2019), mulai pukul 10.00 hingga pukul 22.00 WIB, diprediksi 50 orang.

Mereka itu jurnalis dari Aceh,  Medan, Riau, Bangka, Makassar, Kalimantan Timur, Tarakan (Kaltara), Kalimantan Selatan, NTT,Manado,Kendari,  Gorontalo, Papua Barat (Manokwari,Sorong) dan Jateng (Tegal

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.