Politik dan Pembangunan

Naluri Bupati Takalar Ingin Buktikan, Raih WTP 2019

TAKALAR, HAKSUARA.COM – Sejak di gulirkannya Opini WTP (Opinion Unqualified) terhadap pemerintah daerah secara nasional, Pemerintah Kabupaten Takalar selalu terinspirasi untuk mendapatkan penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) namun masih belum beruntung.

Meraih penghargaan seperti WTP tidak semuda apa yang terdapat dibenak kita, harus ada proses dilakukan jika prestasi ingin di raihnya.

Pemerintahan Ibrahim Rewa, Burhanuddin Baharuddin penghargaan WTP belum juga bisa dikoleksi. “Apakah ambisi Bupati H. Syamsari Kitta reward WTP terwujud”, ? Pemerintahannya sudah masuki tahun kedua namun masih bertengger di WDP. (Wajar Dengan Pengecualian).

Ambisinya untuk meraih penghargaan WTP selalu menjadi atensi, memasuki perjalanan pemerintahannya dua tahun, reward tersebut masih berada pada posisi WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Hal ini membuat Syamsari Kitta bersikeras dengan berbagai upaya dilakukan tujuannya maraih WTP (Wajar Tanpa pengecualian).

Faktanya keseriusan Pemerintah Kabupaten Takalar membenahi asset daerah untuk meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) semakin nyata dilakukan. 

Aset daerah mulai dari nilai paling kecil hingga yang bernilai miliaran dan sebelumnya dikuasai oleh pihak ketiga kini berjejer di halaman Kantor Bupati Takalar.

Salah satu aset yang besar nilainya, yakni excavator milik Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Takalar yang nilainya ditaksir sekitar Rp 1,3 Miliar.

Sebelumnya, excavator tersebut dikuasai oleh pihak ketiga dengan sistem sewa pada tahun 2017 yang lalu.

Awal pengadaannya antara tahun 2011-2012 excavator tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas perikanan dalam hal ini pembuatan tambak. Namun, sempat rusak sebelum disewakan kepada pihak ketiga.

“Excavator yang sudah dikuasai oleh pihak ketiga kita sudah tarik kembali berdasarkan rekomendasi dari tim Korsupgah KPK. Sekarang sudah ada di kantor Bupati dan saat ini kita sedang menyusun regulasi agar dapat dipersewakan kembali,” papar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Takalar Sirajuddin Saraba, SSTP, M.Si.

Bupati Takalar H. Syamsari, S.Pt, MM menyampaikan bahwa penataan aset ini dalam rangka tata kelola pemerintahan yang baik untuk mewujudkan predikat WTP.

“Dalam rangka tata kelola pemerintahan yang baik maka aset-aset dan masalah keuangan sementara kita tertibkan sesuai dengan aturan. Dan semua itu bagian dari kegiatan tim Korsupgah KPK,” ungkapnya.

Lanjut Syamsari, kita bersyukur hadirnya tim Korsupgah KPK karena dapat membantu penataan aset dan keuangan daerah menjadi jauh lebih baik. Mudah-mudahan nanti dengan cara ini kita bisa meraih WTP.

Selain excavator, puluhan kendaraan roda dua dan sejumlah kendaraan roda empat juga telah ditertibkan.

Berdasarkan taksiran tim Korsupgah KPK total nilai aset di kabupaten Takalar yang berhasil ditata mencapai kurang lebih Rp 2 miliar. (*)

Previous ArticleNext Article

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.