Hukum dan Kriminal

Oknum kades di Duga Tiduri Anak Santrinya.

Oknum Kades di Duga Tiduri Anak Santrinya

Buol-Sulteng.Haksuara.Com.

Dari berbagai pelecehan dan pemerkosaan terjadi dimana mana. Kini di salah pendidikan pesantren yang cukup tenar di kabupaten Buol tercoreng lagi akibat perlakuan kepala yayasan pesantren itu sendiri yang konon kabarnya dia adalah kepala desa di negeri lama kecematan Bokat kabupaten buol provinsi sulawesi tengah ( Sulteng) minggu.25/02/2019

Perbuatan bejat itu yang diduga dilakukan oknum kepala desa sebut saja Is ( 40 ) sekaligus pendiri yayasan pesantren pasalnya begeni, pada saat oknum kades menjemput Melati yang juga anak santrinya dirumah kediaman keluarganya yang tidak jauh dari rumahya mengajak jalan jalan bersama keluarga .dalam perjalan oknum kades tiba tiba melakukan aksinya bejatnyw membaringkan dan meremas daerah yang sensitif hingga korban terhanyut dalam pelukan,sebut saja melati ( 17 ) ( samaran Red ) .

Tidak sampai disitu serangan yang di gencarkan oknum kades itu ketika sudah beringas melihat ke elokan tubuh Melati, mobil di parkir rapih di dekat warung makan kumoligon desa komaligon lalu tersangka menindih dan memasukkan benda tumpulnya kedalam kemaluan korban”. ungkap korban dengan derain air mata.

Dari hasil pemeriksaan korban dihadapan penyidik polres buol, tim kesatuan reserse kriminal tanpa basa basi yang di pimpin langsung Kasat Reskrim Iptu.Adji R. Nugroho S. SIK. menyergap rumah kepala desa tanpa ada perlawanan, hingga digelandang ke Mapolres buol”. Kata kasat Reskrim.

Dari hasil berita acara pemeriksaan ( BAP) oleh penyidik polres buol tersangka IS ditetapkan pasal 81 ayat 2 pencabulan atau pemerkosaan pasal 82 ayat 2 tentang perlindungan anak di bawah umur dengan ancaman pidana penjara selama 12 tahun lamanya.”ungkap kasat reskrim diruang kerjanya.

Lanjut kasat. Tidak sampai disitu penyidikan dan penyelidikan tersangka Is. Karena informasi didesa negeri lama masih berkembang bahwa bukan hanya Melati korbannya tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya.”cetusnya di akhir perbincangan.( A.Nurpala./ Syam)

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.