Hukum dan Kriminal

Ormas dan LSM. Desak Kajari Kota Baturaja Usut Tuntas PT. Semen Baturaja. Baturaja.Sumsel

Batu Raja Hak suara. suara dan LSM. Desak Kajari Kota Baturaja Usut Tuntas PT. Semen Baturaja.

Ratusan massa gabungan yang terdiri dari Ormas dan LSM Sebimbing Sekundang di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kota Baturaja, Rabu ini Dengan maksud dan tujuan, menyampaikan aspirasi kepada pihak Kejaksaan Negeri agar segera memeriksa dugaan Korupsi di tubuh Perusahaan raksasa PT Semen Baturaja atau SMBR.

Dalam orasinya, koordinator massa Hipzin, Noven Ramadhan dan Toni yang masing-masing ketua dari Ormas dan LSM yang ikut turun dalam aksi beserta kawan-kawan menyatakan sikap,

1.Agar kiranya pihak Kejaksaan Negeri oku segera melakukan langkah-langkah penyelidikan hukum terkait adanya laporan pengaduan awal penemuan indikasi dugaan pelanggaran terhadap undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pasal 3 huruf (B) “menjamin kesepakatan kesehatan dan kehidupan manusia” dan pasal 98 ayat (1).

2. Membentuk tim pencari fakta untuk melakukan penyelidikan sesuai dengan kewenangannya,

3.Menerapkan hukum sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan dengan tetap konsisten terhadap setiap orang yang patut diduga melakukan perbuatan melawan hukum, 4.Segera memanggil dan memeriksa Direksi PTSB dan pihak yang terkait.

“Korupsi sudah fakta dan tidak mungkin akan habis di Negara Republik Indonesia namun kejahatan korupsi bisa ditekan dengan hati nurani. Selain itu, peran serta masyarakat adalah peran aktif yang dilakukan secara perseorangan, Organisasi masyarakat (Ormas) dan LSM dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi dengan menggunakan hak dan tanggung jawab yang pelaksanaan nya dijamin peraturan perundang-undangan ,”kata Noven dan kawan-kawan.

Forum LSM dan Ormas Sebimbing Sekundang menyikapi adanya dugaan/patut diduga terjadi tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan Negara terkait reklamasi pasca tambang dan pencemaran udara, sesuai undang-undang nomor 32 tahun 2009 ,”ungkap Noven.

Setelah kurang lebih 1 jam ber orasi, akhirnya massa disambut pihak Kejaksaan Negeri Baturaja melalui Abu Nawas selaku Kasi Intel yang mengatakan kalau pengaduan masyarakat dan LSM salah tempat harusnya pengaduan ini diarahkan ke Pemda atau ke dinas lingkungan hidup.
kalau diarahkan ke kejaksaan ibarat “Sakit dimata tapi diisunti dijalat”.

Pernyataan yang tidak layak terdengar ini diucapkan Abu Nawas dihadapan publik, ormas, LSM dan media sehingga sempat membuat keadaan sedikit kisruh yang akhirnya sedikit sempat beradu mulut meskipun kemudian keadaan kembali kondusif.

Sangat disayangkan sekali ucapan tidak pantas tersebut keluar dari mulut Abu Nawas selaku aparatur negara yang bertugas di Kejari oku.

Semestinya dapat memberikan contoh teladan bagaimana sikap dan ucapan yang baik dalam melayani masyarakat yang memberikan pengaduan (syam raider)

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.