Politik dan Pembangunan

Pembangunan Jalan Dari Desa Harefanaese Menuju Desa Hilisebua Siwalubanua Butuh Perhatian

Pembangunan Jalan Dari Desa Harefanaese Menuju Desa Hilisebua Siwalubanua Butuh Perhatian Serius Dari Pemkab Nias Utara

Masyarakat desa Hilisebua siwalubanua, kecamatan Alasa, kabupaten Nias Utara, mengharapkan adanya perbaikan kembali fisik ruas jalan yang bertitik pangkal dari desa Harefanaese, menuju desa Hilisebua siwalubanua sepanjang kurang lebih 4 (empat) kilometer.

Sudah hampir empat tahun, beberapa titik ruas jalan ini mengalami kerusakan yang cukup parah, yakni aspal yang terkelupas hampir semua bidang lebar jalan dengan panjang yang bervariasi, sehingga batu-batu besar dan batu kerikil berserakan. Kondisi saat ini lumpur timbul ke permukaan tanah sehingga sulit dilewati terutama ketika musim hujan. Beberapa titik tanjakan dan penurunan disepanjang ruas jalan sangat menuntut kewaspadaan yang ekstra dari para pengendara, karena kalau tidak akan mengalami kecelakaan.

Salah seorang masyarakat desa Hilisebua siwalubanua, mengatakan bahwa sudah beberapa kali mengalami keadaan hampir terjatuh dari motornya sendiri akibat slip ketika lewat di jalan ini, dan mobil-mobil truk yang menuju ke desa Hilisebua siwalubanua maupun yang berasal dari sana juga acapkali mengalami slip sehingga mereka merasakan keresahan.

“Beberapa kali hampir terjatuh dari motor saya di beberapa tanjakan di j

Selain itu, masyarakat yang mayoritas hidup dari kegiatan pertanian di wilayah ini, sangat membutuhkan akses jalan yang memadai. Pasalnya, dengan baiknya akses jalan, maka kendaraan pengangkut bisa masuk leluasa untuk menampung dan membeli hasil-hasil bumi masyarakat terutama karet, pinang dan hasil tanaman palawija lainnya dengan harga yang pantas dan para petani juga bebas dari pengangkutan secara manual.

“Jalan menuju desa Hilisebua siwalubanua, dilintasi oleh beberapa warga desa yang punya kepentingan disana, terutama kegiatan pertanian yang ada di desa Hilisebua. Warga desa Dahana Tugala Oyo, desa Anaoma dan juga desa Harefanaese juga menggunakan ruas jalan ini, makanya pantas diperhatikan secara serius oleh pemerintah karena itu merupakan urat nadi ekonomi masyarakat desa. Lalu, saudara-saudara kita di dewan, pernahkah merasakan betapa menderitanya menaiki gerobak yang berjalan di atas batu mangga dengan frekwensi kecil sekali seminggu selama beberapa tahun? Saya rasa itu gambaran kecil rasanya yang di alami warga masyarakat kita, ketika melintasi jalan tersebut. Kalau saya berkata, wajar saja mereka berkata suatu saat bahwa wakilnya di sana di DPR tidak peduli dengan pembangunan, karena buat apa ngotot di DPR sana bukan jalannya setiap hari, untung saja mereka lewati sekali dalam lima tahun, mereka sudah tak sanggup lagi turun ke desa-desa untuk melihat jerih payah masyarakat, toh mau dekat – dekat pileg lagi baru nampak menghampiri kami,” tandas AMH kepada media ini.

Menyinggung kegiatan pembangunan parit beton dan beton penahan yang tengah dilaksanakan sekarang ini ke arah jalan menuju desa Hilisebua, AMH mengatakan bahwa ia tidak mengetahui dari mana pembangunan itu, anggarannya berapa dan pelaksananya siapa, karena papan proyeknyapun tak pernah ia lihat, mungkin menyusul terpasang setelah proyek selesai, atau tidak sama sekali. “Pokoknya karena punya kita, yah.. bisa-bisa saja menurut mereka,” tuturnya menutup. (WH)

Previous ArticleNext Article