Ekonomi dan Bisnis

Pemkab, Terus Melakukan Reaksi Cepat Demi Warga Di Sigi

 

Jakarta,Haksuara, Bupati Sigi menyampaikan bahwa salah satu kesulitan pada saat bencana terjadi adalah putusnya komunikasi, sehingga Pemkab Sigi langsung berinisiatif untuk melakukan reaksi cepat dengan berkoordinasi bersama TNI/Polri untuk mengambil langkah-langkah darurat bencana.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Sigi Mohamad Irwan pada acara Audiensi dan Asistensi Dokumen Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana dan SOP Penanggulangan Darurat Bencana Kab. Sigi yang diterima langsung oleh Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI Wisnu Widjaja di Gedung Graha BNPB RI, Jakarta yang didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sigi Asrul Repadjori Selasa di Jakarta (10/12/2019).

Kegiatan ini juga dihadiri Anggota DPRD Sigi Ayub Willem Darawia, Pejabat di Lingkungan BNPB, NGO ERCB (Emergency Response Capacity Building) Martin Dody dan Perwakilan Universitas Tadulako.

Setelah melakukan langkah-langkah darurat bencana, Pemkab Sigi membentuk Gugus Tugas Darurat Bencana untuk mengkoordinir masing-masing kecamatan hingga ke tingkat desa yang dikoordinir langsung oleh Kepala Dinas dan melaporkannya langsung setiap hari saat rapat tanggap darurat di Posko Bencana Kabupaten Sigi.

Tugas utama Gugus Tugas tersebut yaitu mendata rumah rusak dengan berbagai kategori, jumlah korban baik yang luka ataupun yang meninggal dan evakuasi warga yang dirangkum langsung di Pusat Data & Informasi Posko Bencana Kabupaten Sigi.

” Hal ini terus dilanjutkan hingga proses huntara, huntap, dana stimulan dan jadup,”ungkap Bupati.

Bupati Sigi juga menyampaikan kepada Deputi bahwa sebagai bagian penguatan kesiapsiagaan bencana, Pemkab Sigi saat ini membuat dokumen penanggulangan kedaruratan bencana demi menghindari situasi yang sama seperti kejadian sebelumnya.

Selain itu, Pemkab Sigi merasa perlunya ada titik kumpul atau pusat komando saat terjadi bencana yang dilengkapi dengan fasilitas dalam situasi tanggap darurat bencana seperti air, logistik, listrik darurat, alat komunikasi darurat dan fasilitas umum lainnya.

Dalam titik kumpul ini juga akan menjadi pusat data dan informasi saat terjadi bencana sehingga hal ini bertujuan agar koordinasi dan komunikasi saat terjadi bencana dapat lebih terarah dan tepat sasaran.

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI Wisnu Widjaja sangat mengapresiasi komitmen Pemkab Sigi yang turun langsung saat terjadi bencana.

Kata dia, Terlebih khusus terhadap inisiatif yang dilakukan Pemkab Sigi saat situasi tanggap darurat bencana dan situasi pasca bencana salah satunya dengan membuat dokumen penanggulangan kedaruratan bencana.

” Dengan adanya dokumen penanggulangan kedaruratan bencana di Sigi maka Kabupaten Sigi telah belajar dengan baik terhadap bencana yang terjadi. Saya juga berharap dengan adanya dokumen ini akan membuat Pemkab Sigi dapat lebih siap dalam menanggulangi bencana,”harapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sigi Ajub Wilem Darawia menjelaskan bahwa Pemkab Sigi telah bekerja dengan sangat maksimal saat situasi tanggap darurat bencana dan tentunya akan mendukung langkah Kabupaten Sigi.

” dalam situasi kebencanaan salah satunya dengan adanya rencana Pemkab Sigi untuk membuat titik kumpul atau pusat komando saat terjadi bencana. Kami juga sangat mengapresiasi terhadap NGO-NGO yang telah membantu Kabupaten Sigi untuk kembali bangkit sampai saat ini,”tutupnya. (lin)

Previous ArticleNext Article

19 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.