Penyebab Petugas KPPS Meninggal Janggal, MER-C: Bukan Kelelahan


    Oleh: Muhajir |

    Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) diberbagai kesempatan menyebut kelelahan sebagai penyebab utama kematian ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Penjelasan tersebut rupanya tidak menjawab pertanyaan publik.

    Sejumlah tokoh maupun ormas telah mendesak instansi terkait agar melakukan investigasi guna mengungkap penyebab utama kematian tersebut. Salah satu yang meragukan alasan KPU adalah Tim medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).

    MER-C menolak jika kelelahan yang dijadikan alasan. Pernyataan ini disampaikan anggota Presidium MER-C, Yogi Prabowo. Dia menegaskan, harus ada penyelidikan terkait faktor lain yang lebih signifikan.

    “Kelelehan itu tidak bisa dijadikan kambing hitam penyebab kematian. Kita harus tahu lebih detail, kalau di media penyebab kematian karena kelelahan (itu) tidak ada,” ujarnya di Sekretariat MER-C di Jakarta Pusat, Jum’at (3/5).

    Yogi menjelaskan, dalam dunia medis, kelelahan tidak bisa dijadikan alasan kuat sebagai penyebab kematian. Alasan seperti itu hanya pantas diutarakan oleg orang awam.

    “Kelelahan ini bukan diagnosis penyebab kematian, kalau tidak diteliti lebih lanjut. Apa sebenarnya penyebab kematian tersebut, misalnya adalah penyebab kematian ialah henti jantung, gagal nafas. Tidak ada ditemukan survei penyebab kematian kelelahan itu tidak ada,” tegasnya.

    Dia menduga terdapar faktor lain, seperti tekanan psikis dan psikologis yang terlalu berat. Tekanan itu yang menimbulkan kelelahan fisik dan psikis secara mendalam dan bisa membangkitkan penyakit-penyakit kronis pada korban tersebut. Lantaran tak terima KPU manjadikan kelelahan sebagai kambing hitam, MER-C akan membentuk tim mitigasi kesehatan bencana Pemilu 2019. Pembentukan tim tersebut bertujuan mencegah bertambahnya korban jiwa yang saat ini telah mencapai 412 orang.

    “Konsen kami akan melakukan Mitigasi agar korban-korban tidak bertambah,” ucapnya.

    Dalam tim mitigasi ini, sejumlah dokter ahli akan dilibatkan. Di antaranya dokter spesialis penyakit dalam, ahli Kardiologi, ahli rehabilitasi Medik, Kedokteran kerja, ahli Neurologi, ahli forensik, dan ahli Psikolog.

    Selain itu, tim ini akan berkoordinasi dengan dokter-dokter yang merawat petugas KPPS di rumah sakit setempat. Tujuannya, untuk memberikan penanganan yang lebih komprehensif.

    Yogi mengatakan, tim mitagis akan ditempatkan di lokasi yang paling banyak korban jiwa maupun korban sakit, seperti Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. MER-C juga akan memberikan layanan advokasi medis untuk para korban penyelenggara pemungutan suara pada Pemilu 2019.

    Tak hanya itu, MER-C juga membuka layanan call center bagi para korban yang mengalami sakit ataupun korban yang sedang dirawat yang membutuhkan penanganan yang lebih intensif. Nomor call center MER-C yakni 0811990176.

    “Kita juga membuka call center untuk para petugas yang membutuhkan penanganan medis yang lebih intensif. Hubungi kita, kita akan segera memberikan pertolongan secepatnya,” jelas Yogi.(EPJ)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here