Politik dan Pembangunan

Perawat di Sul-Sel Mendapatkan Cahaya Pelita Baru pada Malam Ramah Tamah HUT PPNI ke-45 Tahun

Hak Suara, Makassar

Pada acara malam Ramah Tamah HUT PPNI ke-45 Tahun dengan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan yang bertema “Keluarga dan Masyarakat Sehat Bersama Perawat”, perawat mendapatkan cahaya baru atas terobosan progam baru PPNI 1 desa 1 perawat dan ini merupakan pelita yang dinantikan profesi perawat pada Rabu malam, 20 Maret 2019. Kegiatan ini, dihadiri langsung oleh Bapak Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr., Bapak Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. Bahtiar Baso, M.Kes. dan Ketua DPD PPNI Kabupaten se- Sulawesi Selatan, serta 300 perawat dari perwakilan 24 DPD PPNI Kabupaten di Gedung Aula Rujab Gubernur Baruga Karaeng Pattingalloang Kota Makassar.

Ns. Abdul Rahmat, S.Kep., M.Kes selaku Ketua umum DPW PPNI Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan program-program unggulan harapan profesi perawat ditengah-tengah para undangan yang merupakan penyegaran baru bagi perawat se-Sulawesi Selatan yaitu Program 1 desa 1 perawat dan Perawat Mandiri.  “Program 1 desa 1 perawat merupakan harapan kita bersama, dan konsep ini sudah kita tawarkan pada level nasional maupun pada level regional. Diaudiensi kami kepada Bapak Gubernur, kita sudah sampaikan bahwa program ini bisa menjadi salah satu cara untuk mempercepat drajat kesehatan kepada masyarakat dan anggaran untuk 1 Desa 1 Perawat ini juga tidak terbebani ke pemerintah karena itu inkluk dalam anggara dana desa yang dicairkan pemerintah pusat, Pak Gubernur saja sudah memberikan kita peluang untuk berdiskusi lebih banyak dan insya Allah peluang ini kita manfaatkan untuk meyakinkan beliau agar program 1 desa 1 perawat untuk bisa diakumudir menjadi program provinsi” ungkapnya Ns. Abdul Rahmat.

Hal tersebut disambut baik oleh Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr  selaku Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan dan sangat mendukung program PPNI 1 Desa 1 Perawat. Saat acara tersebut usai, Pak Gubernur merespon progam 1 Desa 1 Perawat dengan kebiasaan ramahnya “Yah kalau saya, memang inikan yang kita butuhkan ini layanan public yah, apalagi menyangkut layanan kesehatan. 1 desa 1 perawat terlalu sedikit menurut saya, itu harus 1 dusun karena ada pustu tuh” ucapnya pada wawancara jurnalis Hak Suara, tanggal 20 Maret 2019.

Keseruan respon juga hadir dari Plt. Kepala dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. Bahtiar Baso, M.Kes, atas program PPNI 1 Desa 1 Perawat pada saat diwawancarai oleh seorang jurnalis Hak Suara dalam jawabnya mengatakan, “Kita sangat mendukung program 1 desa 1 perawat itu akan memberikan pelayanan kesehatan yang jelas, yang konkrit dan memang ada anggaran BOK itu, dan itu anggaran bisa dipakai. Kemudian PPNI harus juga menyentuh anggaran-anggaran desa, dan harus hadir di musrembang desa. Karena syarat untuk digunakan dana desa itu, itu harus ikut musrembang dan kita sudah sampaikan ke bupati, para camat, para desa. Untuk memanfaatkan 10% dana desa itu. Dan perawat PPNI harus tampil kedepan karena PPNI punya anggota terbanyak dari seluruh organisasi profesi kesehatan dan itu harus nyata programnya, karena sangat membantu kita dan saya sangat setuju dengan program 1 desa 1 perawat. Maka dari itu harus membuat komitmen dengan dinas kesehatan provinsi supaya kegiatan bisa melembaga diseluruh Sulawesi Selatan.”ungkapnya pada rabu malam 20 maret 2019.

Previous ArticleNext Article

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.