Budaya dan Wisata

Perayaan Maulid Cikoang Takalar Kurang Semarak,Ini Penyebabnya

TAKALAR, HAKSUARA.COM – Perayaan pelaksanaan maulid Cikoang tidak seperti biasnya tahun sebelumnya. Pasalnya, sejumlah pejabat digadang hadir tidak menyempatkan dirinya karena ada hal yang lebih penting.

Sementara pejabat dari Pemprov Sulsel hanya diwakili oleh ketua Dekranasda Sulsel, sementara utusan pejabat dari Pemerintah Kabupaten Takalar yang hadir hanya Wakil Bupati H Achmad Sere.

Gubernur Sulsel diwakili wakil Ketua Dekranasda Sulsel Andi Oci Alepuddin mengatakan bahwa kegiatan seremonial maudu Cikoang perlu kita apresiasi dan harus kita supporting.

“Maulid Cikoang pelaksanan harus lebih baik dari tahun sebelumnya, untuk itu perayaan hari ini merupakan tradisi dan harus dikembangkan lebih baik, ” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Takalar H Achmad Sere mengatakan tradisi maulid besar Cikoang perlu presiasi sebab ini sebuah kelahiran Nabi Muhammad SAW dan sejarah adat dari Laikang perlu ditingkatkan.

“Namun landasan harus berkiblat pada landasn perintah Alquran dan hadis nabi,” ujarnya.

Kedepan Tradisi maulid besar Cikoang harus lebih ditingkatkan dan sesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai budaya masyarakat Cikoang.

“Maudu besar Cikoang sudah masuk agenda Nasional tentunya perlu kita jaga dan lestarikan sebab ini adalah budaya tidak dimilki oleh daerah lain,” pungkasnya.

Wabup Achmad mengharapkan Insya Allah kita sarankan kepada dinas pariwisata supaya mengajukan untuk perbaikan sarana dan prasarana Maudu Lompoa ( Maulid besar) Cikoang). Insya Allah tahun 2020 anggarannya sudah ada,” ungkapnya.

Sementara pembawa Hikma Maulid Cikoang Ustadz Hadid Hasan Palaogai mengatakan memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW merupakan kegiatan seremonial lambang kecintaan kita kepada nabi Muhammad SAW.

“Syech Jalaluddin turunan nabi Muhammad SAW membawa ajaran agama Islam di Cikoang tepat pinggir dipantai Cikoang untuk penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan”, jelasnya.

Hadid mengatakan bahwa Syech Jalaluddin adalah guru dari Syech Yusuf merupakan pejuang untuk mempertahankan nilai akidah dan penyebar ajaran agama Islam Se-Nusantara.

“Sebagai ummat Islam jika mengakui Muhammad SAW nabinya minimal dia akan sehari dia akan bersyalawat kepadanya, ” kata Hasid Hasan Palaogai.

Menurut Hasid Maulid atau peringatan hari kelahiran nabi Muhammad SAW ummat Islam wajib menjalankan Shalat lima waktu. “Jika ingin mendapatkan derajat paling tinggi disis Allah lakukan shalat dan telah diperintah oleh Allah SWT, ” tutur mantan Ketua BKPRMI Sulsel.

Dikatakan orang yang paling kikir adalah orang yang tidak pernah mengucapkan shalawat kepada Nabi. Memperingati maulid (Maudu) sebagai bukti cinta kepada Rasulullah Saw dan taat kepada Allah SWT. (Jahar)

Previous ArticleNext Article

236 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.