Umum

Permohonan Maaf Bupati Toba terhadap Masyarakat Balige Penerima Bantuan Pandemin covid-19

Haksuara.com- Balige.
Penerima bantuan dampak Covid-19 untuk wilayah kecamatan Balige sejumlah 1.206 KK. Mulai Rabu, 15 April 2020 Pemerintah kabupaten Toba sudah menyalurkan sembako kepada masyarakat kecamatan Balige yang terkena dampak ekonomi secara langsung dari adanya pandemin virus Corona. Adapun bantuan tersebut berupa beras 10kg, mie instan satu kardus, minyak goreng 1kg, gula pasir 1kg dan telur 30 butir per setiap kepala keluarga.

Namun saat pembagian sembako di Kelurahan Sangkar Nihuta bantuan pandemin covid-19, Ditemukannya hampir 10 kardus mie instan yang hampir habis masa berlakunya.

“Sudah menjadi kebiasaan saya, kalau makanan yang berbentuk kemasan, sebelum dimasak harus dilihat dulu masa berlakunya. Demikian juga mie instan bantuan covid-19 yang dari pemerintah. Ternyata saya mendapatkan mie instan yang hampir habis masa berlaku. Dan saya langsung beritahukan kepada tetangga agar ditukarkan dengan mie instan yang masih banyak waktu berlakunya” kata Wendri Sitorus warga kelurahan Sangkarnihuta.

“Saya tidak merasa kecewa dengan permasalahan ini, justru Saya berterimakasih kepada pemerintah kabupaten Toba, yang langsung sigab dan tanggab mengatasi untuk mengganti mie instan yang kedaluarsa. Dan jangan terlalu membesar-besarkan permasalahan itu di dalam situasi Corona” ujar Wesli Sitorus menambahkan.

Senada dengan itu, Pangihutan Napitupulu juga warga kelurahan Sangkarnihuta mengatakan tidak kecewa walaupun dia salah satu penerima bantuan mie instan yang habis masa berlakunya 16 April 2020. Karena pemerintah langsung cepat bertindak menarik mie instan yang hampir kedaluarsa dan cepat mengganti mie instan yang masa berlakunya, tanggal 14 Oktober 2020.

Sementara Presly Simanjuntak warga Sangkarnihuta penerima bantuan pandemin covid-19 mengatakan bahwa yang saya terima bantuan dari pemerintah tidak ada masalah seperti beras, gula, minyak goreng, telur dan mie instan masih banyak masa berlakunya. Sembako yang diberikan itu, sudah sangat membantu keperluan sehari-hari. Saya juga sangat berterimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat dalam situasi pandemin Corona yang menghambat segala aktivitas sehari-hari. Semoga masalah virus Corona ini bisa cepat berlalu dan cepat bisa diatasi oleh pemerintah.

Menurut keterangan sekretaris Gugus Tugas percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Toba dr Pontas Batubara mengatakan bahwa mereka sudah menarik, hampir sepuluh kardus mie Instan dari warga kelurahan Sakarnihuta kecamatan Balige.

Dalam keterangan persnya bupati Toba Darwin Siagian didampingi wakil bupati Hulman Sitorus, Kadis kesehatan Juliwan Hutapea dan kadis sosial Rajaipan Sinurat tanggal 16/04/2020, menyampaikan permohonan maaf terhadap masyarakat yang sempat menerima bantuan mie instan yang hampir habis masa berlaku produksi (expiren) akibat keteledoran petugas pembagi bantuan sembako.

Bupati berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan teknis seperti ini dilapangan dan harus teliti melihat bantuan sembako sebelum disalurkan ke masyarakat.

Bupati juga memerintahkan kepada SKPD terkait dan Badan Pengawasan Obat Dan Makanan (POM) agar langsung mengecek pedagang kios dan grosiran yang ada dikabupaten Toba demi menjamin layak konsumsi untuk masyarakat. (Denni Hutagaol)

Previous ArticleNext Article

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.