Info KANNI

Polres Serang berhasil mengagalkan peredaran ketumbar bercampur bahan kimia.

Banten, HAKSUARA – Polres Serang menyita 198 karung ketumbar bercampur bahan kimia dari pelaku KS di Tanara, Kabupaten Serang, Banten. Ketumbar itu dicampur dengan bahan kimia hidrogen peroksida atau H2O2 agar terlihat mengkilap dan laku di pasaran.

“Kami menggagalkan dari pada peredaran ketumbar yang mana dari hasil informasi kemudian dikembangkan ke penyelidikan didapati di daerah Tanara dengan tersangka KS,” kata Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan saat menggelar jumpa pers di Mapolres Serang, Senin (27/8/2018).

Selain menyita ratusan karung, polisi juga mengamankan 27 jerigen bahan kimia. Tujuh jerigen saat dilakukan penyitaan masih tampak penuh, sedangkan 20 jerigen bahan kimia lainnya sudah dipakai untuk dicampur ke ketumbar.

Ketumbar itu diamankan sebelum diedarkan. Indra mengatakan pelaku awalnya mencampur ketumbar dengan bahan kimia dalam sebuah wadah besar Setelah itu ketumbar dijemur dan warnanya jadi lebih cerah dibanding aslinya.

“Untuk bahan kimia didapat dari Jakarta Barat dari saudara TS kemudian dibawa angsung ke Tanara,” ujarnya.

Indra menerangkan ketumbar bercampur bahan kimia itu biasa dipasarkan ke Tangerang dan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Tersangka menjual seharga Rp 12.000/kg.

“Sedangkan dampaknya kalau digunakan akan menimbulkan kerugian kesehatan bahkan apabila dosisnya melebihi kapasitas tertentu itu menyebabkan kematian,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, tersangka KS dijerat pasal 136 huruf b UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Sumber : Humas Polres Serang.

Previous ArticleNext Article