oleh

PRESS RELEASE PERNYATAAN SIKAP TPUA KUTUKAN DAN KECAMAN KERAS TERHADAP KEKEJIAN TERORIS ISRAEL TERHADAP KAUM MUSLIMIN DI PALESTINA DAN MENYAYANGKAN SIKAP MAJELIS ULAMA INDONESIA*

-Berita-23 views

Hak suara. Com . Jakarta.Sejak serangan Israel dimulai pada Senin malam, kementerian kesehatan Gaza mengabarkan setidaknya 83 orang, termasuk 17 anak-anak, telah tewas, lebih dari 480 orang lainnya terluka. Jet tempur Israel secara brutal menyerang gedung-gedung bertingkat tinggi dan target lainnya di Jalur Gaza pada hari Kamis (13/5). Serangan itu terjadi saat warga Palestina di daerah kantong yang terkepung bangun untuk menyambut hari raya Idul Fitri di bawah pemboman udara tanpa henti.

Dunia Islam mengecam, bahkan sejumlah umat Islam yang ada di berbagai penjuru dunia baik di Eropa, Afrika maupun di Amerika mengutuk kebiadaban Israel. Di Perancis, warga berkumpul di depan Kementerian Luar Negeri Perancis untuk menyuarakan dukungan bagi Palestina. Hal serupa juga terjadi di Belgrade, Serbia, di Morocco bahkan di Amerika sejumlah warga berkumpul di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, menolak aksi biadab yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

Demikian pula di Indonesia, segenap eleman umat Islam baik secara individu maupun organisasi kompak menyampaikan kecaman dan kutukan terhadap kebiadaban Israel. *Hanya saja, sangat disayangkan dalam situasi yang demikian Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)* KH Miftachul Akhyar malah mengajak rakyat Palestina untuk introspeksi diri terkait kembalinya penyerangan yang dilakukan Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa dan Gaza di tengah Ramadhan. Hal ini dia sampaikan saat memberikan sambutan di acara Muhasabah Penghujung Ramadhan Darurat Al-Aqsa, Selamatkan Gaza dan Rebut Kembali Palestina yang digelar secara virtual, Rabu,12 Mei 2021.

Berkenaan dengan hal itu, Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dengan ini menyatakan :

*Pertama,* mengecam keras sekaligus mengutuk kebiadaban Yahudi Israel yang melakukan serangan biadab terhadap kaum muslimin di Palestina. Dengan dalih apapun, pembantaian yang dilakukan oleh zionis Israel ini tidak dapat dibenarkan baik berdasarkan hukum internasional maupun hukum agama (Islam).

*Kedua,* menyayangkan sikap Majelis Ulama Indonesia yang diwakili oleh KH Miftachul Akhyar yang justru mengajak rakyat Palestina untuk introspeksi diri. Semestinya, MUI secara aktif melakukan protes keras, mengecam dan menyampaikan kutukan terhadap Zionis Israel karena telah terbukti secara nyata melakukan pembantaian terhadap saudara muslim di Palestina, bukannya meminta rakyat Palestina introspeksi sehingga dalam kejadian ini seolah kaum muslimin di Palestina yang berada dalam posisi bersalah. Tidak cukup mengecam, MUI semestinya memberikan dukungan moril dan spiritual kepada Rakyat Palestina dengan menggaungkan Jihad Fi Sabilillah kepada segenap Kaum Muslimin khususnya yang ada di sekitar kawasan untuk menolong saudaranya di Palestina, dan secara nasional memobilisasi kaum muslimin di tanah air untuk melakukan Masyiroh Kubro untuk memberikan dukungan dan pembelaan kepada rakyat Palestina.

*Ketiga,* sesungguhnya peristiwa berulang ini semakin meneguhkan eksistensi Negara Israel sebagai Negara Teroris yang sesungguhnya. Selama ini, tuduhan teroris dan isu terorisme selalu diarahkan kepada umat Islam, meskipun faktanya umat Islam selalu menjadi korban aksi terorisme.

*Keempat,* mengajak kepada segenap umat Islam, baik dari kalangan para Ulama, Pengusaha, Advokat, Cendekia, Aktivis Pergerakan dan Mahasiswa, buruh tani dan nelayan, untuk bersatu padu memberikan dukungan dan pembelaan kepada rakyat Palestina, baik secara moril, materil maupun spiritual, atas dasar persaudaraan Islam.

Rasulullah Muhammad Saw bersabda :

_“Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lainnya. Tidak boleh mendhaliminya dan tidak boleh pula menyerahkan kepada orang yang hendak menyakitinya. Barangsiapa yang memperhatikan kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan kesulitan seorang muslim, niscaya Allah akan melapangkan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi kesalahan seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi kesalahannya kelak di hari kiamat”_

*(HR Bukhari Muslim)*

Demikian Press Release disampaikam, terima kasih.

Jakarta, 15 Mei 2021

Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA)

*Prof Dr H. Eggi Sudjana Mastal, SH, MSi*
Ketua Umum

*Damai Hari Lubis, SH, MH* Sekretaris Jenderal

Berita Terbaru