Hukum dan Kriminal

PWI Pusat Desak Penyidik Polres Takalar Tuntaskan Kasus Pencemaran Nama Baik PWI

TAKALAR, HAKSUARA.COM – Sejak bergulirnya kasus penghinaan dilakukan oleh AJ terhadap Lembaga Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sekitar tanggal 5 Agustus 2019 lalu, sampai saat ini belum ada kejelasan status hukumnya.

AJ ini menuding PWI itu pekerjaan hanya mencari-cari  kesalahan orang, pihak PWI tidak menerima dugaan penghinaan sehingga dilaporkan ke penegak hukum atau Polres Takalar.

“Tidak sedikit orang yang menginginkan supaya kasus tersebut sebaiknya menempu jalur damai. Demikian dikatakan Ketua PWI Takalar Maggarisi Sayye, di Warkop Tua Muda, Sabtu (16/11/2019).

Menurut Maggarisi Sayye, perlu diketahui bahwa kasus ini bukan kasus biasa, tetapi kasus yang menyeret nama lembaga PWI.

“PWI itu organisasi besar yang terstruktur mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota,” ungkapnya.

Dia mengatakan kiprah PWI selama ini diakui bangsa seiring perkembangan zaman. PWI besar sekali peranannya dalam perkembangan kemajuan bangsa ini, sehingga pers masuk kategori pilar ke 4 dalam perjalanan dalam mengawal perkembangan kemajuan bangsa ini.

Laporan Ketua PWI Takalar ini terkait penghinaan Jais terhadap Wartawan, pribadi dan lembaga.

Manggarisi yang akrab disapa Nyau, mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu dirinya ditelepon yang mengatasnamakan Kanit Tipiter. Dia menyarankan persoalan ini ditempuh dengan jalan damai.

Namun Dia mengatakan bahwa persoalan ini harus dibawa ke ranah hukum berdasarkan hasil keputusan rapat pengurus PWI pada tanggal 6 Agustus yang lalu. “Karena persoalan ini menyangkut nama baik lembaga yang dihina oleh AJ”, jelasnya.

Bahkan persoalan ini sudah diketahui oleh PWI Sulsel dan Pusat saat rapat kerja PWI Sulsel untuk menjadi skala prioritas agar ditindak lanjuti dan  diselesaikan secara prosedural hukum.

Sementara itu, Pengurus PWI Suslel Zulkifli Gani Ottoh juga mempertanyakan  kasus dugaan penghinaan PWI Takalar dilakukan oleh saudara AJ. “Sejauh mana pihak penyidik Polres Takalar menangani kasus ini. Serius kah atau tidak dalam menangani kasus ini”, ujar Zulkifli.

Pasalnya, kasus ini sudah berjalan empat bulan sejak Agustus hingga Nopember 2019, namun status hukumnya belum jelas.

“Yang jelas kita akan kawal kasus PWI Takalar ini. Saya harap penyidik Polres Takalar ini jangan sengaja memperlambat proses hukum yang berjalan”, tegas Zulkifli.

Dia mengatakan, penyidik itu jangan hanya hanya berjanji tapi harus memberikan kepastian hukum, misalnya kapan gelar perkaranya dilakukan. Oleh karena itu penyidik harus bekerja profesional, pungkasnya.

Sementara Kasat Reskrirm Polres Takalar AKP Jufri Natsir mengatakan gelar perkara tetap ada namun kita menunggu hasil dari kominfo ITE.(*)

Previous ArticleNext Article

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.