Ekonomi dan Bisnis

Salurkan Dana Rp25 Miliar ke KSP Balo Toraja, LPDB-KUMKM “Pecah Telur” di Provinsi Sulawesi Selatan

Hak suara.com. Jakarta.
Setelah beberapa tahun tidak menyalurkan dana bergulir di Provinsi Sulawesi Selatan, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyalurkan pinjaman/pembiayaan sebesar Rp 25 miliar kepada Koperasi Simpan Pinjam Balo’ Toraja (KSP Balo’ta). Akad penandatangan dana bergulir dilakukan oleh Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo dan Ketua KSP Balo’ta John Diplomasi di Makassar, Selasa (24/9).

Braman mengatakan selama 2 tahun LPDB-KUMKM belum menyalurkan pinjaman/pembiayaan ke koperasi dan UKM di Provinsi Sulawesi Selatan dikarenakan banyak calon mitra yang belum memenuhi persyaratan pengajuan dana bergulir. Selain itu, sejumlah pinjaman yang telah bergulir ke beberapa mitra di Sulsel belum kembali ke LPDB.

Namun LPDB terkesan oleh kinerja KSP Balo’ta, dengan track record yang baik selama ini, dan tahun 2019 ini mengajukan kembali permohonan pinjaman ke LPDB sebesar Rp25 miliar, maka permohonan itu dikabulkan.

Pinjaman ini merupakan pinjaman ketiga yang diajukan KSP Balo’ta kepada LPDB. Sebelumnya koperasi ini mampu mengembalikan dua pinjaman sebelumnya masing-masing Rp10 Miliar dan Rp16 Miliar tepat pada waktunya.

“Saya melihat KSP Balo’ta menunjukan kinerja yang bagus. Terbukti amanah mengembalikan dua pinjaman sebelumnya. Saya berharap koperasi-koperasi lain di Sulsel dapat menjadikannya contoh,” ujar Braman dalam keterangan persnya usai penandatanganan akad pinjaman.

Lanjut Braman, apa yang dilakukan KSP Balo’ta membuka sekat-sekat yang beberapa lama menghalangi penyaluran dana bergulir ke Sulsel. KSP Balo’ta ini membuktikan diri sebagai koperasi yang penuh inovasi.

“Boleh dibilang apa yang terjadi hari ini adalah pecah telur. Ini semua berkat KSP Balo’ta,” ucap Braman.

Hingga saat ini LPDB sudah menyalurkan Rp 872 miliar dari target penyaluran dana bergulir sebesar Rp 1,7 triliun untuk tahun 2019. Pada akhir September nanti, termasuk tahap pertama pinjaman kepada KSP Balo’ta, jumlah yang disalurkan menjadi Rp 887 miliar.

“Kami optimis akhir tahun 2019 nanti sebesar 99,6% dari target penyaluran dana bergulir akan terpenuhi,” pungkas Braman.

Previous ArticleNext Article

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.