Umum

Selama Bertugas Amankan BBM dan Senjata Api Oleh Satgas Yonif Raider 408/SBH

Atambua,Haksuara.com-Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 408/SBH berhasil mengamankan sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) serta Jatmuhandak di akhir November dan Desember tahun 2018 lalu saat melaksanakan tugas operasi pengaman wilayah perbatasan Belu-Timor Leste.
Sesuai data yang ada, jumlah BBM jenis solar, bensin dan minyak tanah (mitan) yang diamankan sebanyak 3.135 Liter yang mana didominasi mitan. Barang bukti itu diamankan personel Satgas saat melakukan operasi patroli di garis batas negara.
Selain itu Jatmuhandak yang berhasil diamankan terdiri dari 16 pucuk senjata api (senpi) yakni 13 pucuk senpi jenis springfield dan 3 pucuk senpi rakitan serta satu buah granat nanas yang masih aktif yang diserahkan warga secara sukarela.
Demikian Dansatgas Mayor Inf Joni Eko Prasetyo dalam coffe morning bersama kepada awak media di Mako Satgas, Kelurahan Umanen, Atambua Barat, Sabtu (5/1/2019).
Dikatakan, hasil galdup berupa BBM serta senpi ini diamankan personel Satgas selama satu setengah bulan bertugas di Kabupaten Belu menjaga wilayah perbatasan Negara Indonesia dan Timor Leste.
Menurut Joni, BBM campuran ini berhasil diamankan Anggota saat patroli di beberapa titik garis perbatasan seperti di Mota’ain, Dilumil serta beberapa tempat lainnya yang menjadi jalur pelintas illegal atau jalan tikus.
“BBM campuran ini didominasi minyak tanah yang merupakan subsidi. Kita amankan barang bukti saat gelar patroli dan ditemukan tidak pemilik BBM,” urai dia.
Sementara itu untuk 16 pucuk senpi 13 jenis springfield, 3 rakitan serta satu buah granat nanas aktif diserahkan warga setelah Anggota melakukan komunikasi sosial (komsos) kepada warga di perbatasan Belu.
“Selesai kita komsos warga sadar dan menyerahkan senpi ke Anggota secara sukarela tanpa paksaan. Ini wujud kesadaran daripada warga dan partisipasi Anggota yang memberikan pemahaman kepada warga,” ujar Joni.
Jelas dia, hasil yang diamankan Satgas dalam satu bulan setengah tidak terlepas dari partisipasi Satgas ban serta warga masyarakat yang memberikan informasi kepada Anggota tentang hal-hal atau aktiftas negatif.
Masih tersisa kurang lebih delapan bulan bertugas di perbatasan Belu dan Timor Leste. Satgas terus berupaya memberikan pelayanan kepada warga di perbatasan baik dibidang kesehatan, pendidikan maupun sosial lainnya selain melaksanakan tugas pokok menjaga kedaulatan wilayah NKRI.
Tegas Joni, Satgas tidak terlibat dengan hal-hal negatif selama melaksanakan tugas operasi pengaman wilayah perbatasan. Diharapkan, dukungan serta partisipasi dari seluruh unsur elemen dalam mendukung tugas di wilayah perbatasan Belu dan Timor Leste.
“Kami tidak akan berhasil kalau tanpa dukungan dari seluruh warga. Harapan kami tetap pelihara hubungan baik yang telah terjalin selama ini dan terus tingkatan di wilayah perbatasan,” kata Joni.
Adapun turut hadir dalam giat coffe morning itu, Wadan Satgas, para Perwira Satgas, Dantim POM Satgas Pamtas, seluruh Danki/Danpos Satgas serta pengurus FKPPI Kabupaten Belu.

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.