oleh

DPO Pengedar Narkoba Kini DitangkapKini

-Tak Berkategori-19 views
PALU,Haksuara – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng saat melakukan pencarian pelaku  terduga bandar besar narkoba dipalu akhirnya membuahkan hasil.
Sebelumnya Polda Sulteng melalui Direktorat Reserse Narkoba menyebarkan daftar pencarian orang (DPO) hingga mengeluarkan permintaan surat pencekalan kepada Ditjen Imigrasi yang berhasil membawa pelaku ke Mapolda Sulteng.
Diketahui Terduga ialah A alias Aco (35) warga asal Pulo gebang kecamatan Kramat jati, kota jakarta timur dan IF (39) tahun juga merupakan warga Pulo Gebang Kecamatan Cakung kota Jakarta timur, tepatnya tanggal (12/12/2019) kedua pelaku ditangkap pihak imigrasi bandara Kuala namu kota meda provinsi sumatera Utara.
Kronologis penangkapan pelaku ialah, saat tiba di Medan setelah perjalan dari Malaysia dengan menoangi pesawat Malaysia Airlines, Tim Ditresnarkoba Mapolda Sulteng yang dipimpin langsung AKBP Sembiring,S.I.K tanggal (13/12/2019) menuju ke Medan Provinsi Sumatera Utara untuk selanjutnya melakukan koordinasi sekaligus penjemputan serta menggelar investigasi terhadap aset pelaku A alias Aco diwilayah Jakarta, Kota Bekasi dan Makassar.
Selanjutnya, Rabu (18/12/2019) pukul 21.25 kedua pelaku ini dikawal langsung oleh Tim Ditresnarkoba dan dibawa ke kota palu untuk pemeriksaan lebih lanjut di Mapolda Sulteng.
Kombes Pol.Dodi Rahmawan,S.I.K.,MH mengatakan DPO terduga kedua pelaku bandar Narkoba ini, berhasil kami tangkap, walaupun sebelumnya berupaya menawarkan suap Rp.2 Milyard Kepada Petugas Imigrasi.
Mengenai hasil pemeriksaan  pelaku A alias Aco mengakui bahwa dirinya terlibat dalam peredaran narkotika di palu hingga melarikan diri ke Malaysia untuk menghindari pengejaran dari pihak kepolisian. Terduga A alias Aco ditetapkan tersangka DPO serta kami juga melakukan permintaan pencekalan.
” Sebelumnya ada empat kasus dengan empat tersangka yang kami tangani baik yang sudah jatuh vonis maupun masih dalam proses penyidikan,”ungkapnya.
Sebelumnya juga, A alias Aco terlibat dalam peredaran narkotika dipalu sejak tahun 2013 dan diduga berperan pemasok atau juga pengendali terhadap peredaran sabu-sabu diwilayah yang ada di kota palu.
” berdasarkan penyelidikan telah menemukan adanya aset milik A alias Aco yang berjumlah cukup besar yakni milyaran rupiah dimana aset-aset tersebut terdiri tanah, lima unit kendaraan berupa 1 unit mobil, 1 unit mobil Proton, 1 unit hardtop,1 unit dumptruck,1 Unit mobil Honda fiesta, dan 1 unit mobil Honda feed yang ada diwilayah Jakarta dan Bekasi,”ungkapnya
Lebih lanjut menurutnya, tindak lanjut penyidik akan terus melakukan pendalaman hingga pengembangan jaringan A alias Aco yang ada di kota palu serta tidak menutup kemungkinan akan ada jaringan besar internasional dibalik pelaku A alias Aco.
” Selain undang-undang Narkotika No.35 Tahun 2009 juga akan menjerat tersangka dengan tindak pidana pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Undang-undang no.8  tahun 2010 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp.5 Milyard,”tutupnya.