Umum

SPAM Menuding PTPN XIV Rampas Lahan Tanah Petani

 

Hak suara, Makassar.
Ratusan massa yang mengatas namakan solidaritas perempuan angin Mammiri (SPAM) yang dirangkaikan hari solidaritas perempuan sedunia internasional berunjuk rasa dihalaman kantor DPRD kota makassar minta lahan pertanian yang lebih cepat diremajakan oleh dirpas dengan PTPN XIV di kota parangluara barat berunjuk rasa dihalaman kantor DPRD kota makassar.jumat (08/ 03/19)

Akibat dari perampasan.tanah tanah petani yang masih produktif mereka harus menerima uang pindah kerja, sebagai ibu rumah tangga (IRT) dan pembantu rumah tangga (PRT), dan tidak sedikit dari mereka harus ber trasmigrasi mencari untuk bisa hidup dengan ketrampilan yang mereka beli

Di sisi lain, praktik budaya dan kebijakan diskriminatif yang dimiliki perempuan, ruang gerak, hasil kerja, dan fikiran perempuan tani juga telah berkontribusi menambah angka pertentangan dan ketidakadilan yang dihasilkan oleh Perempuan.

pada pertemuan pengambilan keputusan di setiap program dan perumusan kebijakan di tingkat Kelurahan / Desa hingga Provinsi telah berimplikasi pada tidak diakomodirnya sesuai dengan kebutuhan perempuan.

Perempuan dilihat sebagai salah satu “Subyek” dalam pembangunan, program perumusan dan proyek dan kebijakan.

Suara dan Fikiran Perempuan masih dianggap “tidak penting” hal ini diakibatkan karena pembangunan yang melibatkan peran perempuan di ranah domestik.

Momentum Hari Perempuan Sedunia Internasional Tahun 2019 yang bertepatan dengan momentum politik pemilihan umum presiden dan wakil presiden serta pemilihan legislatif, Serikat pekerja anging mammiri (SPAM) meminta Negara menjamin hak asasi manusia (HAM) dan hak perempuan (HAPER).

“Tahun ini dengan Percakapan Hari Perempuan Internasional yang bertepatan dengan momentum pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden serta Pemerintah Legislatif, kami berharap dapat menjadi pemimpin yang mendukung, mampu mengambil tindakan nyata dalam pemenuhan, mendukung dan menghadiahkan Hak untuk membuka kembali kedaulatan Perempuan” Ungkap Musdalifah Jamal , Ketua Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan Anging Mammiri. (Andre / Syam Raider)

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.