Pendidikan dan Teknologi

STIK Famika Mengikuti Pelatihan Penyusunan IAPS 4.0

Bersyukur, diantara perguruan tinggi yang diundang untuk mengikuti pelatihan penyusunan IAPS 4.0 adalah Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Famika. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 12-13 Desember 2018 bertempat Hotel Arthama, Makassar, Sulawesi Selatan.
Pelatihan penyusunan IAPS 4.0 adalah pelatihan peningkatan pengetahuan tentang akreditasi, baik Program Studi maupun Institusi. Pelatihan tersebut penting untuk diikuti oleh para Dosen agar persiapan pengusulan akreditasi bisa lebih maksimal, karena pengusulan akreditasi akan ada instrumen-insturmen yang harus diisi, dan untuk mengisi isntrumen-instrumen tersebut, kita butuh ilmu.
Pada kesempatan tersebut, Ketua LLDIKTI 9, Prof. Dr. Jasrudin, M.Si menyampaikan bahwa ada program studi yang akreditasinya masih kurang baik, dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang bagaimana penyusunan instrument akreditasi yang benar. Dampak dari pengetahuan yang kurang tentang penyusunan instrument akreditasi tersebut sehingga masih banyak didapati program studi dengan akreditasi C.
Dengan demikian, perlunya mengikuti kegiatan sosialisasi atau pelatihan yang mendorong pengetahuan tentang penyusunan instrument Akreditasi Program Studi maupun Institusi. Hal tersebut harus diperhatikan oleh para Pemimpinan Institusi masing-masing perguruan tinggi, agar bisa mendorong para Dosen dan Staffnya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut.
Selain itu, program perceptan akreditasi dari C ke B, yang dilakukan di wilayah LLDIKTI 9, hasilnya masih belum sesuai harapan, karena masih banyak program studi yang akreditasinya masih tetap C. Prgoram Perceptan Peningkatan Akreditasi dari C ke B di Wilayah 9 masih banyak yang akreditasinya tetap C. Apatalagi Akreditasi A, masih sangat kurang, Ujar Ketua LLDIKTI 9.
Pada kegiatan tersebut hadir pula Dr. Indriatyn Sudirman, M.Si (UNHAS) Makassar dan Dr. Ahyar Yuniawan SE, M.Si (UNDIP) Semarang. Kedua pemateri tersebut menyampaikan materi-materi yang sangat bermanfaat bagi para peserta pelatihan.
Ketua LLDITI juga menyarankan agar para Pimpinan perguruan tinggi memikirkan bagaimana alumni mereka di luar sana. Apakah hanya menjadi bagian dari pengangguran intelektual atau bisa terserap di dunia kerja. Sehingga tidak hanya mengejar banyaknya mahasiswa yang ditamatkan dari perguruan tingganya, akan tetapi bagaimana menamatkan dan bisa bersaing untuk mendapatkan perkerjaan di luar sana. Diantara cara yang bisa dibenahi adalah dengan membenahi Akreditasi Program Studi dan juga Institusi.

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.