Hukum dan Kriminal

Surati Kejati Riau, LBH : Minta Kejari Siak Eksekusi Terpidana Morlan CS

Pekanbaru,Haksuara,  Pekanbaru  – Ketua Lembaga Bantuan Hukum  Bela Rakyat Nusantara (LBH Bernas) Riau,  Sefianus Zai, SH menyurati Kepala Kejaksaan Tinggi Riau minta supaya Kejari Siak segera eksekusi terpidana Morlan CS, Jumat  (21/06/2019), langsung diterima  Staf Kejati Riau.

Dalam surat  tersebut tertera beberapa point antara lain demi menegakkan rasa keadailan ditengah-tengah masyarakat, LBH Bernas minta supaya Kejati Tinggi Riau selaku atasan Kejari Siak Sri Indrapura,  segera segera menangkap dan  atau mengeksekusi para terpidana 1.ALFIAN, Terpidana  2. RAMOT MANALU dan Terpidana  3. MORLAN SIMANJUNTAK, sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan  Ketua Bernas, Sefianus Zai, SH kepada wartawan usai menyerahkan Surat resmi kepada Kajati Riau.  ” Mewakili masyarakat peduli hukum, kami LBH Bernas meminta Kepala kejaksaan Tinggi Riau untuk segera memerintahkan Kajari Siak Sri Indrapura agar segera mengeksekusi ketiga  terpidana sesuai putusan pengadilan,” ucap.

LBH Surati Jaswas Kejagung
Selain menyurati Kejati Riau, LBH Bernas dalam minggi ini juga akan menyurati pihak Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung Pusat.   Berharap nantinya bisa terungkap apa motif pihak kejaksaan negeri siak belum melakukan  penahanan atau eksekusi pasca putusan Mahkamah Agung (MA)  pada tahun 2016 silam itu,” pungkas Sefianus Zai, SH.
“Kita sangat menyayangkan profesionalitas Jaksa dalam kasus ini, mengapa tidak dilakukan penahanan, Padahal putusan MA diatas sudah menjadi dasar penahanan kepada tiga terdakwa. Untuk itu LBH Bernas mendesak Kejaksaan Negeri Siak untuk segera melakukan penahanan bagi ketiga terdakwa. Ini demi rasa keadilan masyarakat,” kata Sefianus Zai diujung telepon kepada media.
Mencuatnya kasus Morlan CS ini berawal dari Putusan Mahkamah Agung yang diabaikan KeJaksaan Negeri Siak selama bertahun-tahun, terhadap 3 terpidana kasus pencurian besi milik eks PT. Pertiwi Prima Plywood, tanpa dieksekusi sementara kasusnya sudah Inkrah .
Ketika terdakwa yang berseteruh dengan PT. Tropical Asiater jadi  pada tahun 2012 lalu masing-masing Alfian, Ramot Manalu, Morlan Simanjuntak dalam perkara dugaan kasus pencurian besi sebanyak 2,8 ton di lokasi eks PT. Pertiwi Prima Plywood tepatnya di Desa Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabuopaten siak. pada tahun 2012 silam.

Dalam amar putusan Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura tertanggal 10 Juni 2014 Nomor: 40/PID.B/2014/PN SIAK menyartakan terdakwa I. ALFIAN, terdakwa II. RAMOT MANALU dan terdakwa III. MORLAN SIMANJUNTAK tealh terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dan menjatuhkan Pidana Penjara terhadap terdakwa  masing-masing selama 3 (tga ) bulan.

Menimbang bahwa  Putusan Pengadilan Negeri Siak kurang memberi efek jera dan tidak memenuhi rasa keadailan terhadap para terdakwa, Penuntut Umum mengajukan permintaan banding ke pe ngadilan Negri siak pada tanggal 12 Juni 2014 dengan Akta Permintaan Banding Nomor 09/Akta Pid/2014/PN/SIAK.

Gayung bersambut, PT (Pengadilan Tinggi) Pekanbaru No: 186/PID.B/2014/PT.PBR, memutuskan  ke tiga terdakwa masing-masing terdakwa I. ALFIAN, terdakwa II. RAMOT MANALU dan terdakwa III. MORLAN SIMANJUNTAK masing-masing dijatuhi pidana penjara  8 (delapan bulan) dan menetapkan masa penangkapan dan masa penahan yang telah dijalanai para terdakwa.

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.