Hukum dan Kriminal

Takut di Berhentikan Kemendagri, Bupati Cabut SK, Wahab Dua Kali Kecewa

TAKALAR, HAKSUARA.COM – Kisruh mutasi Dukcapil Kabupaten Takalar sangat menarik perhatian dan menguras tenaga untuk berpikir serta menemukam solusinya.  

Jika kita melihat proses pelantikan Abdul Wahab sudah dua kali dilantik sebagai Pejabat Kadis Dukcapil namun dua kali juga bernasib sial. Namun keberuntungan selalu berpihak ke Hj. Faridah.

Mutasi kedua pejabat  eselon II sangat sensasional sekali karena kalau bukan Abdul Wahab jadi kadis Dukcapil pasti Hj Faridah yang kadis Dukcapil begitu sebaliknya.

Pemicu dari perselisihan ini apakah regulasi sengaja dilanggar atau memang tidak paham dengan regulasi dan tata cara pergantian pejabat khususnya Dinas Catatan Sipil dan kependudukan.

Apalagi diperkuat dengan Surat keputusan Bupati Takalar, untuk mengakhiri persoalan Dukcapil, dan Bupati Takalar takut juga disanksi akhirnya Bupati Takalar H Syamsari Kitta melunak dan mencabut SK pengangkatan Abdul Wahab sebagai Kadis Dukcapil dan mengangkat kembali  Hj Farida Sebagai Kadis Dukcapil sesuai dengan SK Bupati bernomor  bernomor 821/636/BKPSDM-MTS/XI/2019, tertanggal,5/11/19, bunyi surat SK tersebut Farida dilkembalikan keposisi semula, begitu juga SK Abdul Wahab muji dibatalkan.

Bupati Takalar dalam suratnya menyatakan, surat keputusan (SK) Demosi Farida dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.

Farida diperbolehkan kembali melaksanakan tugas sebagai Kepala Dinas Dukcapil Takalar mulai hari ini, Rabu (6/11/2019).

“Iya, barusan setengah jam yang lalu saya terima suratnya,” kata Farida ketika dikonfirmasi via Whatsapp, Selasa (5/11/2019) sore.

Sementara Abdul Wahab dinyatakan tidak lagi berstatus sebagai Kepala Dinas Dukcapil Takalar.
.
Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Takalar Syamsari Kitta belum memberikan tanggapan atas pembatalan SK demosi ini.

Ketika berusaha mencoba mengonfirmasi melalui Whatasapp maupun sambungan telepon, namun belum mendapat tanggapan.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri menyatakan Bupati Takalar  telah melakukan pelanggaran administrasi berat.

Pelanggaran itu dilakukan karena memberhentikan pejabat daerah yang menangani urusan adminduk.

Penggantian pejabat dinilai pelanggaran berat dengan ancaman pemberhentian tetap Bupati Takalar.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI mengancam pemberhentian tetap kepada Bupati Takalar Jika tidak mengindahkan kementerian Dalam negeri, sebab ini adalah pelanggaran berat Adminstrasi pemerintahan. Pasalnya, dia melakukan demosi pejabat terhadap kepala Dinas kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) ke Hj Farida.

Hal ini tertuang dalam Surat Kemendagri RI bernomor 820/8444/Dukcapil tertanggal 29 Oktober 2019.

Surat itu ditandatangani Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Prof Zudan Arif Fakrulloh.

Dalam salinan surat tersebut   Zudan menegaskan usulan Bupati Takalar terhadap demosi Farida dinyatakan tidak diterima Mendagri.

Farida tercatat diberhentikan sebagai Kadis Dukcapil Takalar pada Jumat 18 Oktober 2019 lalu. Posisinya diturunkan menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan Takalar.

Kemendagri menegaskan, pemberhentian pejabat yang menangani urusan adminduk tingkat kabupaten adalah sebuah pelanggaran (*)

Previous ArticleNext Article

34 Comments

  1. Ping-balik: vagragenericaar.org
  2. Oh my goodness! an incredible article dude. Thank you Nevertheless I’m experiencing challenge with ur rss . Don’t know why Unable to subscribe to it. Is there anybody getting equivalent rss downside? Anyone who is aware of kindly respond. Thnkx

  3. Ping-balik: doctor7online.com
  4. She flicked off the lights and pushed him against the wall. A frame fell face down on the floor and shattered next to them. She didn’t allow him to take notice. She bit at his bottom lip, tugging his face, commanding him to follow her lead as she walked backwards down the hallway, deeper into the darkness, her darkness. And he, submitting to her bestial strength, simply weaved his fingers into the rust of her hair and bowed to her dominion. Like a lowly, unassuming insect, captivated by her hellfire glow.
    http://vaz.net/__media__/js/netsoltrademark.php?d=1080pxnxx.com
    Halfway down the hall, she slammed him back first into the wall again, harder than before — no frames there that time. She clawed at his chest under his shirt as she ate his kiss once more and bit down his neck; the groans he breathed out into the obscurity flinched sharply as her fangs grew less and less forgiving.

    His buckle caught the flash of lamplight seeping in from somewhere outside as she tugged at the leather strap of his belt. She ran her fingers up and back down the front of his chest, back down to his waist, and unclasped his belt, plucking it from the loops with a single sliding pull. Feverishly, she tore his pants open and moved them, along with his boxers, down just enough to reveal his smug erection. With both palms on his board-firm chest, she smirked at him, kissed him once more, a little softer than before, and squatted down before him.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.