gaya hidup

Temuan Baru, Kini Penderita diabetes (Gula) Boleh Makan Nasi Putih

Hak suara.com,-Nasi putih cenderung dihindari orang-orang yang mengidap diabetes dan kelebihan berat badan, karena kadar patinya yang tinggi. Kandungan karbohidratnya sebesar 45 gram per cangkir. Kalori yang terkandung dalam secangkir beras putih adalah 206 kalori.Nah, buat kamu yang gak bisa hidup kalau gak makan nasi putih, ada kabar gembira nih dari para peneliti. Sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Pushparajah Thavarajah, menyatakan ternyata nasi putih dapat direbus dengan teknik khusus. Tujuannyaa untuk mengurangi jumlah pati tidak sehat yang terkandung di dalamnya.Ada dua jenis pati yang terkandung di dalamnya, yaitu yang mudah dicerna dan tidak. Tubuh kita tidak memiliki enzim yang dibutuhkan untuk mencerna jenis yang kedua. Itu artinya, tubuh tidak dapat memecah pati itu dan tidak bisa mengubahnya menjadi gula yang diserap tubuh. Jika kita bisa menemukan cara untuk memasak nasi yang mengandung pati tak dapat dicerna itu, kita bisa menghindari kelebihan olahan gula dalam tubuh.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, untuk memasak nasi yang rendah kalori ini, kita butuh sejenis lemak pencipta pati yang tak dapat dicerna. Ternyata, lemak tersebut bisa didapatkan dari minyak kelapa murni.

Caranya gampang kok.

Siapkan beras yang akan dimasak di wadahnya, cuci seperti biasa. Tambahkan minyak kelapa murni ke dalam beras, takarannya kira-kira tiga persen dari total berat beras yang akan dimasak. Masak sekitar 40 menit atau sampai nasi benar-benar matang. Setelah matang, masukkan nasi ke dalam lemari es selama 12 jam. Nasi siap dikonsumsi setelahnya.

Mungkin terdengar sedikit ribet dalam mempersiapkannya. Kalau kamu berminat mencoba metode ini, setidaknya kamu harus mempersiapkan nasi di malam sebelumnya agar ketika disimpan 12 jam dalam lemari es keesokan paginya, bisa langsung dikonsumsi untuk sarapan.

Namun, bukan berarti dengan ditemukannya cara masak nasi yang baru ini, kamu boleh kalap makan nasi putih sebanyak-banyaknya lho. Tetap imbangi dengan asupan makanan kaya serat lainnya, seperti buah-buahan, sayuran dan umbi-umbian. Stay healthy!

 

Previous ArticleNext Article